BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia
mempunyai kemampuan-kemampuan yang dapat dan perlu dikembangkan melalui
pengalaman yang terbentuk dalam berinteraksi antar individu dengan lingkungan
tempat tinggalnya yang dapat mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan,
perkembangan, serta proses dalam menjalani kehidupannya memalui lingkungan
fisik dan lingkungan sosialnya.
Pendidikan
merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi
pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di
dalam masyarakat dan kebudayaan. Maka dari itu, pendidikan perlu ditunjang
dengan lingkungan pendidikan yang baik. Karena lingkungan pendidikan merupakan
segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dalam berinteraksi baik berupa benda
mati, makhluk hidup, maupun hal-hal yang terjadi dan sebagai tempat
dalam menyalurkan kemampuan-kemampuan untuk membentuk perkembangan
setiap individu yang mempunyai pengaruh kuat kepada individu.
B. Rumusan Masalah
Dari judul makalah
ini, dapat di identifikasi ada beberapa yang akan dabahas yaitu diantaranya :
1. Apa pengertian lingkungan pendidikan ?
2. Apa saja fungsi lingkungan pendidikan ?
3. Apa saja yang termasuk dalam ragam bentuk lingkungan
pendidikan ?
4. Bagaimana peranan lingkungan pendidikan terhadap
pendidikan ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Lingkungan Pendidikan
Kegiatan
pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks
pendidikan, lingkungan dapat diartikan, sebagai segala sesuatu yang berada di
luar diri anak. Lingkungan dapat berupa hal-hal nyata, seperti tumbuhan, orang,
keadaan, politik, sosial-ekonomi, binatang, kebudayaan, kepercayaan, dan upaya
lain yang dilakukan oleh manusia termasuk di dalamnya pendidikan.
Lingkungan
pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik berupa benda
mati, makhluk hidup, ataupun peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi
masyarakat terutama yang dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu.
Seperti lingkungan tempat pendidikan berlangsung dan lingkungan tempat anak
bergaul. Lingkungan ini kemudian secara khusus disebut sebagai lembaga
pendidikan sesuai dengan jenis dan tanggungjawab yang secara khusus menjadi
bagian dari karakter lembaga tersebut.[1]
Dalam
memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak, lingkungan ada yang sengaja
diadakan (usaha sadar) ada yang tidak usha sadar dari orang dewasa yang
normatif disebut pendidikan, sedang ynag lain disebut pengaruh. Lingkunga yang
dengan sengaja diciptakan untuk mempengaruhi anak ada tiga, yaitu : lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Ketiga lingkunga ini
disebut lembaga pendidikan atau satuan pendidikan.
Lembaga
pendidikan adalah organisasi atau kelompok manusia yang Karena satu dan lain
hal memikul tanggung jawab atas terlaksananya pendidikan. Badan pendidikan itu
bertugas memberi pendidikan kepada si terdidik (Marimba,1980). Secara umum
fungsi lembaga pendidikan adalah menciptakan situasi yang memungkinkan proses
pendidikan dapat berlangsung.
Menurut
Hasbullah (2003) lingkungan pendidikan mencakup :
Ø Tempat
(lingkungan fisik), keadaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam.
Ø Kebudayaan
(lingkungan budaya) dengan warisan budaya tertentu seperti bahasa, seni,
ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, dan pandangan keagamaan.
Ø Kelompok
hidup bersama (lingkungan sosial atau masyarakat) keluarga, kelompok bermain,
desa, perkumpulan dan lainnya.
Lingkungan
serta lembaga pendidikan bersifat positif apabila memberikan pengaruh sesuai
dengan arah dan tujuan pendidikan. Lingkungan bersifat negatif apabila
berpengaruh secara kontradiktif dengan arah dan tujuan pendidikan. Maka
intensitas pengaruh lingkungan terhadap peserta didik tergantung sejauh mana
anak dapat menyerap rangsangan yang diberikan lingkungannya dan sejauh mana
lingkungan mampu memahami dan memberikan fasilitas terhadap kebutuhan
pendidikan peserta didik.
B. Fungsi Lingkungan Pendidikan
Diantara
fungsi lingkungan pendidikan adalah sebagai berikut.
1. Lingkungan pendidikan dapat menjamin kehidupan
emosional peserta didik untuk tumbuh dan berkembang. Kehidupan emosional ini
sangat penting dalam pembentukan pribadi anak.
2. Lingkungan pendidikan membantu peserta didik dalam
berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik,
sosial, maupun budaya, terutama berbagai sumberdaya pendidikan yang tersedia
agar dapat dicapai tujuan pendidikan secara optimal.
3. Lingkungan pendidikan berfungsi sebagai wahana yang
amat besar bagi perkembangan individu dan masyarakat dalam memperluas dan
mempercepat usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.
4. Mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi
serta mempersiapkan peranan-peranan tertentu dalam masyarakat.
5. Di dalam lingkungan pendidikan dapat mengembangkan
kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik baik dalam bentuk karier,
akademik, kehidupan beragama, kehidupan sosial budaya, maupun keterampilan
lainnya.[2]
C. Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan
Lingkungan
pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung dan
tidak langsung. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan ada yang bersifat sosial
dan material. Lingkungan pendidikan secara garis besarnya oleh Ki Hajar
Dewantoro dibagi menjadi tiga yang disebut denga Tri Pusat
Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.
1. Lingkungan Keluarga
Manusia
ketika dilahirkan di dunia dalam keadaan lemah. Tanpa pertolongan orang lain,
terutama orang tuanya, ia tidak bisa berbuat banyak. Di balik keadaannya yang lemah
itu ia memiliki potensi baik yang bersifat jasmani maupun rohani.
Keluarga
merupakan lingkungan pertama bagi anak, di lingkungan keluarga pertama-tama
anak mendapatkan pengaruh sadar. Karena itu keluaraga merupaka kelompok primer
yang terdiri dari sejumlah keluarga kecil karena hubungan sedarah yang bersifat
informal dan kodrati dan menjadi lembaga pendidikan tertua. Keluarga bisa
berbentuk keluarga inti (nucleus family : ayah, ibu, dan anak),
ataupun keluarga yang diperluas (di samping inti, ada orang lain seperti kakek,
nenek, ipar dan lain sebagainya).
Anak
dalam menjalani pendidikan di lingkungan keluarga biasanya menghadapi
hambatan-hambatan. Hambatan-hambatan tersebut antara lain sebagai berikut.
1) Anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang
dari orangtua.
2) Pigur orangtua yang tidak mampu memberikan keteladanan
pada anak.
3) Sosial ekonomi keluaraga yang kurang atau sebaliknya
yang tidak bisa menunjang belajar.
4) Kasih sayang orangtua yang berlebihan sehingga cenderung
untuk memanjakan anak.
5) Orangtua yang tidak bisa memberikan rasa aman kepada
anak, tuntutan orangtua yang terlalu tinggi.
6) Orangtua yang tidak bisa memberikan kepercayaan kepada
anak.
7) Orangtua yang tidak bisa membangkitkan inisiatif dan
kretifitas kepada anak.
Keluarga
sebagai lingkungan pendidikan yang pertama sangat penting dalam membentuk pola
kepribadian anak. Karena di dalam keluarga, anak pertama kali berkenalan dengan
nilai dan norma. Keluarga didasarkan pada cinta kasih yang sangat natural,
sehingga suasana pendidikan yang berlangsung di dalamnya berdasarkan kepada
suasana yang tanpa memikirkan hak.
Pendidikan
keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar, agama, dan nilai moral,
norma sosial dan pandangan hidup yang diperlukan peserta didik untuk dapat
berperan dalam keluarga dan dalam masyarakat.[3]
Dasar-dasar
tanggung jawab keluarga terhadap pendidikan anaknya, meliputi hal-hal berikut.
1. Dorongan/motivasi cinta kasih yang menjiwai hubungan
orang tua dengan anak. Cinta kasih ini mendorong sikap dan tindakan rela
menerima tanggungjawab, dan mengabdikan dirinya untuk sang anak.
2. Dorongan/motifasi kewajiban moral, sebagai konsekuensi
kedudukan orangtua terhadap keturunannya. Tanggungjawab moral ini meliputi
nilai-nilai religius spiritual yang dijiwai ketuhanan Yang Maha Esa dan agama
masing-masing di samping didorong oleh kesadaran memelihara martabat dan
kehormatan keluarga.
3. Tanggungjawab sosial sebagai bagian dari keluarga,
yang pada gilirannya juga menjadi bagian dari masyarakat, bangsa dan negaranya,
bahkan kemanusiaan.
Di sisi lain
tanggungjawab pendidikan yang menjadi beban orangtua
sekurang-kurangnya harus dilaksanakan dalam rangka hal-hal berikut.
1. Memelihara dan membesarkan anak.
2. Melindungi dan menjamin kesamaan baik jasmaniah maupun
rohaniah sesuai dengan falsafah hidup dan agama yang dianutnya.
3. Member pengajarandalam arti yang luas.
4. Membahagiakan anak baik di dunia dan akhirat.
Dasar-dasar
pendidikan yang diberikan kepada anak dari orangtua meliputi tujuh hal, yaitu
dasar pendidikan budi pekerti, dasar pendidikan sosial, dasar pendidikan
intelek, dasar pembentukan kebiasaan pembinaan kepribadian yang baik dan wajar,
dasar pendidikan kekeluargaan, dasar pendidikan nasionalisme, dan dasar
pendidikan agama.
Lingkungan
keluarga berpengaruh kepada anak dari sisi perlakuan, keluarga terhadap anak,
kedudukan anak dalam keluarga, keadaan ekonomi keluarga, keadaan
pendidikan keluarga, dan pekerjaan orangtua.
Dari
lingkungan keluarga yang harmonis mampu memancarkan keteladanan kepada
anak-anaknya, karena dikatakan pendidikan pertama pada bayi atau anak itu
berkenalan dengan lingkungan serta mendapat pembinaan pada keluarga.
2. Lingkungan Sekolah
Sebagai
akibat dari perkembangan ilmu dan teknologi dan terbatasnya orangtua dalam
kedua hal tersebut, orangtua sangat penting dalam menyiapkan anak-anak untuk
kehidupan mansyarakat. Sekolah memegang peranan penting dalam pendidikan karena
pengaruhnya besar sekali pada jiwa anak. Karena itu di samping keluagra sebagai
pusat untuk pendidikan, sekolah pun mempunyai fungsi sebagai pusat pendidikan
untuk pembentukan kepribadian anak.
Pendidikan
di sekolah mencakup pendidikan umum dalam mempersiapkan peserta didik menguasai
kemampuan dasar untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki lapangan kerja.
Pendidikan sekolah biasanya disebut sebagai pendidikan formal karena ia adalah
pendidikan yang mempunyai dasar, tujuan, isi, metode, alat-alatnya yang disusun
secara eksplisit, sistematis, dan distandarisasikan. Penjabaran fungsi sekolah
sebagai pusat pendidikan formal, terlihat pada tujuan instruksional, yaitu
tujuan kelembagaan pada masing-masing jenis da tingkatan sekolah.
Sekolah
sebagai lembaga pendidikan formal menerima fungsi pendidikan berdasarkan
asas-asas tanggungjawab berikut ini.
1) Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi
dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku yaitu
undang-undang pendidikan.
2) Tanggungjawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan
dan tingkat pendidikan yang dipercayakan kepadanya oleh masyarakat dan negara.
3) Tanggungjawab fungsional ialah tanggungjawab
profesional pengelola dan pelaksana pendidikan.
Sekolah
sebagai pendidikan formal dirancang sedemikian rupa agar lebih efektif dan
efisien, yaitu bersifat klasikal dan berjenjang. System klasikal memungkinkan
sejumlah anak belajar bersama dan dipimpin oleh seorang atau beberapa orang
guru sebagai fasilitator. Sekolah memiliki cirri jenjang dapat dijelaskan
sebagi berikut.
a) Jenjang lembaga, sekolah dirancang dengan berbagai
tingkatan, dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai perguruan tinggi (PT). sebagian
dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional dan sebagian lainnya dikelola oleh
Departemen Agama.
b) Jenjang kelas, berjenjang menurut tingkatan kelas,
murid hanya bisa mengikuti pendidikan pada kelas yang lebih tinggi apabila ia
telah mampu menyelesaikan pendidikan di tingkat sebelumnya. Jenjang kelas ini
bervariasi, yaitu di tingkat SD/MI terdiri dari enam kelas, SMP/MTs terdiri
dari tiga kelas, SMA/MA/sederajat terdiri dari tiga kelas, sedangkan di
Perguruaan Tinggi tidak ditentukan dengan jenjang kelas.
Sekolah
dianggap sebagai suatu lingkungan yang paling bertanggungjawab terhadap pendidikan
murid-muridnya, lebih-lebih bila dikaitkan dengan pengabdian sumber daya
manusia yang berkualitas untuk dapat bersaing secara global. Maka pembangunan
sekolah dianggap sebagai investasi yang prosfektif demi menyongsong kemajuan
bangsa.
3. Lingkungan Masyarakat
Pendidikan
dalam lingkungan masyarakat tampaknya sudah lebih maju dibandingankan dengan
pendidikan dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Karena masyarakat
adalah salah satu lingkungan pendidikan yang besar pengaruhnya terhadap
perkembangan pribadi seseorang. Pandangan hidup, cita-cita bangsa, sosial
budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan akan mewarnai keadaan masyarakat
tersebut.
Masyarakat
turut serta memikul tanggungjawab pendidikan. Pendidika kemasyarakatan
merupakan wahana yang amat besar artinya bagi perkembangan individu dan
masyarakat sebagai gerakan yang memperluas dan mempercepat usaha mencerdaskan
bangsa.
Dalam
menjalani pendidikan di lingkungan masyarakat biasanya akan mengalami
kesulitan-kesulitan, antara lain :
1. Lingkungan fisik dan nonfisik yang kurang
menguntungkan. Lingkungan yang demikian akan banyak menghambat anak dalam
belajar.
2. Tugas yang diberikan lembaga terlalu berat/banyak,
sehingga anak tidak dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. Terlalu
banyaknya kegiatan yang diikuti dalam waktu yang terbatas, bisa menjadi
penyebab kegiatan tersebut tidak dilaksanakan dengan baik dan akan mengalami
kesulitan, yang akhirnya hasilnya akan kurang.
3. Apabila nilai dikembangkan oleh anak berbeda/bertentangan
dengan nilai/adat yang ada di masyarakat maka akan timbul konflik nilai. Kalau
terjadi hal demikian biasanya anak akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan
dalam diri terhadap lingkungan tersebut. Keadaan yang demikian biasanya akan berpengaruh
terhadap upaya belajar anak.
Setiap
masyarakat mempunyai mempunyai cita-cita, peraturan-peraturan dan sistem
kekuasaan tertentu. Pendidikan dalam Lingkungan kehidupan.
Corak
dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat meliputi segala
bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan pembentukan pengetahuan sikap dan
minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.
Pendidikan
dalam pergaulan masyarakat terutama banyak sekali lembaga-lembaga pendidikan
seperti masjid, surau atau langgar, musholla,madrasah, pondok
pesantren, pengajian, kursus, dan badan-badan pembinaan rohani.
D. Peranan Lingkungan Pendidikan
Dalam
memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak, lingkungan pendidikan sangat
berperan penting dalam memberikan penraguh tersebut. Diantara peranan
lingkungan pendidikan adalah sebagai berikut.
1. Peranan Lingkungan Keluarga
Sangat
besar peranan kelurga dalam pendidikan, karena keluarga adalah lingkungan
pertama yang memberikan pendidikan kepada anak. Peranan keluarga tersebut
diantaranya adalah :
Ø Sebagai
pembentuk pola pikir anak, karena di dalam keluarga, anak pertama kali
berkenalan dengan nilai dan norma.
Ø Sebagai
pengalaman pertama bagi masa kanak-kanak, pengalaman ini merupakan factor yang
sangat penting bagi perkembangan berikutnya, khususnya dalam perkembangan
pribadinya.
Ø Sebagai
lingkungan pendidikan yang memberikan keteladanan, karena keteladanan orangtua
akan menjadi tolat ukur dan menjadi wahana pendidikan moral.
Ø Sebagai
lingkungan pendidikan yang berperan dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan
agama.
2. Peranan Lingkungan Sekolah
Tugas
sekolah sangat penting dalam menyiapkan anak-anak untuk kehidupan masyarakat.
Maka dari itu, sekolah memegang peranan penting dalam pendidikan. Karena pengaruhnya
besar sekali pada jiwa anak dan sekolah pun berperan dalam pembentukan
kepribadian anak. Diantara peranan sekolah dalam pendidikan adalah sebagai
berikut.
Ø Sebagai
pendidikan formal yang menumbuhkembangkan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik
agar anak mampu menolong dirinya sendiri dalam hidup sebagai makhluk individu
dan makhluk sosial melalui pembekalan dalam semua bidang studi.
Ø Sebagai
lingkungan pendidikan yang perlu memberikan pemahaman tentang pendidikan
pancasila, agama, dan pembinaan watak sesuai dengan nilai dan norma yang hidup
dan berkembang di masyarakat.
Ø Sebagai
lingkungan pendidikan yang haru mewujudkan cita-cita bangsa dalam hal
mencerdaskan kehidupan bangsa.[4]
3. Peranan Lingkungan Masyarakat
Lingkungan
masyarakat mempunyai andil yang besar dalam upaya mencapai tujuan pendidikan
nasional, dalam peranannya antara lain :
Ø Pendidikan
manusia sebagai makhluk individu, lingkungan masyarakat berperan dalam membantu
pembentukan manusia yang cerdas, sesuai dengan kondisi dan fungsi dari
masing-masing pendidikan tersebut.
Ø Pendidikan
manusia sebagai makhluk susila (kemasyarakatan), yang berkaitan dengan
nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila sebagai falsafah hidup bangsa,
dan pancasila sebagai dasar negara.
Ø Pendidikan
manusia sebagai makhluk sosial, lingkungan masyarakat baik secara langsung
maupun tidak langsung memang ditumbuhkembangkan sebagai makhluk individu dan
susila, yang secara bersama-sama mampu menciptakan kehidupan bersama secara
bertanggungjawab, untuk mencapai kesejahteraan sosial yang dinamis dengan sikap
makaryanya.
Ø Pendidikan
manusia sebagai makhluk religious, maka lingkungan masyarakat banyak memberikan
andil dalam pembekalan yang berhubungan dengan masalah keagamaan.[5]
BAB
III
PENUTUP
A. Simpulan
Lingkungan
pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung atau
tidak langsung. Lingkungan pendidikan terdiri dari lingkungan keluarga,
lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat..
Lingkungan
keluarga adalah tempat anak dilahirkan. Disinilah pertama kali ia mengenal
nilai dan norma. Pendidikan di lingkungan keluarga berfungsi untuk memberikan
dasar dalam menumbuhkembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial,
susila,dan religius.
Sekolah
adalah lingkungan kedua bagi anak. Di sekolah ia mendapatkan pendidikan yang
intensif. Disinilah potensi anak akan ditumbuhkembangkan. Sekolah merupakan
tumpuan dan harapan orangtua dan masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa.
Di
lingkungan masyarakat anak akan mendapat pendidikan. Masyarakat merupakan
lingkungan pendidikan ketiga yang ikut bertanggungjawab dalam upaya
mencerdaskan kehidupan bangsa..
Semua
lingkungan pendidikan sangat berperan besar dalam pelaksanaan pendidikan dalam
mencapai tujuan pendidikan itu sendiri baik bagi diri peserta didik sebagai
makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial, susila, serta makhluk religius.
B. Saran
Pendidikan
yang baik adalah pendidikan yang mampu memberikan keteladanan dalam hal
berprilaku, memberikan fasilitas dalam hal mengembangkan dan melaksanakan
kegiatan pendidikan dan semua itu harus ditunjang dengan lingkungan pendidikan
yang kondusif.
DAFTAR
PUSTAKA
Ikhsan, Fuad.
2005. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Pidarta, Made.
1997. Landasan Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Kiswan. 2012. Dasar-Dasar
Pendidikan. Ciamis : Darussalam.
Hasbullah.
2003. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo
Persada.
TIM Dosen FIP-IKIP
Malang. 1988. Pengantar Dasar-Dasar Kependidikan. Surabaya :
Usaha Nasional.
KATA
PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala Puji
bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hiadayah dan inayah-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Lembaga dan Lingkungan
Pendidikan ”. Sebagai pendekatan-pendekatan di dalam memahami Sistem Informasi
Manajemen.
Dan
harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena
keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami.Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR......................................................................... i
DAFTAR
ISI......................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN..................................................................... 1
A.
Latar Belakang...................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah................................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Lingkungan Pendidikan......................................
B.
Fungsi Lingkungan Pendidikan............................................
C.
Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan...............................
D.
Peranan Lingkungan Pendidikan..........................................
BAB III PENUTUP..............................................................................
A.
Kesimpulan ............................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 15

Lembaga dan Lingkungan Pendidikan
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
Linda Murni 1820100170
Faisal Basri 1820100282
Sukrika Indah 1820100059
Dosen Pembimbing :
Dr. Hamdan Hasibuan, M. Pd.
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PADANGSIDIMPUAN
2017
[1] Ikhsan, Fuad. 2005. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta
: PT Rineka Cipta. hlm. 45
[2] Pidarta, Made. 1997. Landasan
Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta. hlm. 76
[3] Kiswan. 2012. Dasar-Dasar Pendidikan. Ciamis
: Darussalam. 69
[4] Hasbullah. 2003. Dasar-Dasar Ilmu
Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
[5] TIM Dosen FIP-IKIP Malang. 1988. Pengantar
Dasar-Dasar Kependidikan. Surabaya : Usaha Nasional.