Tampilkan postingan dengan label Metodologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metodologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2022

Metodologi Penelitian

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang

Dalam penelitian ilmiah ada satu hal yang harus dipikirkan yaitu instrumen penelitian atau sering disebut juga dengan alat pengumpul data. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan instrumen penelitian yang dikemukakan oleh para ahli dan apa saja jenis-jenis instrumen penelitian.

Penelitian dapat diartikan sebagai suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan masalah. Sebagai suatu kegiatan sistematis penelitian harus dilakukan dengan metode tertentu yang dikenal dengan istilah metode penelitian, yakni suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah ini harus didasari ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sitematis.

Dalam melaksanakan kegiatan penelitian, keberadaan instrumen penlitian merupakan bagian yang sangat integral dan termasuk dalam komponen metodelogi penelitian karena instrumen penilitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa menyelidiki suatu masalah yang sedang diteliti.

Suatu instrumen yang baik tentu harus memiliki validitas dan realibilitas yang baik. Untuk memperoleh instrumen yang baik tentu selain harus diujicobakan, dihitung validitas dan realibilitasnya juga harus dibuat sesuai kaidah-kaidah penyusunan instrumen.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada pembahasan ini akan diuraikan berbagai hal terkait dengan instrumen penelitian yang pembahasannya diawali dengan pengertian instrumen penelitian, jenis, langkah-langkah penyususan, dan teknik pengujian validitas dan realibilitasnya

 

B.  Rumusan Masalah

1.        Apakah pengertian instrumen penelitian?

2.        Apakah instrumen penelitian untuk penelitian kualitatif?

3.        Apakah instrumen penlitian untuk penelitian kuantitatif?

4.        Bagaimana langkah-langkah menyusun instrumen?

5.        Apakah yang dimaksud dengan validitas dan realibilitas instrumen?

6.        Bagaimana pengujian validitas instrumen?

7.        Bagaimana pengujian realibilitas instrumen?

 

C.  Tujuan

1.        Untuk mengetahui apa itu pengertian instrumen penelitian.

2.        Untuk mengetahui instrumen penelitian untuk penelitian kualitatif.

3.        Untuk mengetahui instrumen penlitian untuk penelitian kuantitatif.

4.        Untuk mengetahui langkah-langkah menyusun instrumen.

5.        Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan validitas dan realibilitas instrumen.

6.        Untuk mengetahui cara pengujian validitas instrumen.

7.        Untuk mengetahui cara pengujian realibilitas instrumen.

 

D.  Metodologi Penulisan

Dalam rangka pembahasan topik-topik di atas, penulis menggunakan metode library research, dengan cara mengumpulkan dan menganalisis berbagai buku atau sumber-sumber yang membahas permasalahan ini.

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah. Instrumen penelitian dapat diartikan pula sebagai alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan data-data secara sistematis dan objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis. Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian.[1]

Menurut Suharsimi Arikunto (2006:149), instrumen pengumpulan data adalah “alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya”.

Sedangkan menurut Ibnu Hadjar (1999:160) berpendapat bahwa instrumen merupakan “alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variasi karakteristik variabel secara obyektif”.

Dari beberapa pendapat pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi kuantitatif tentang variabel yang sedang diteliti.

 

B.     Intrumen Penelitian Untuk Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus “divalidasi” seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan.

Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validitas terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya. Yang melakukan validitas adalah peneliti sendiri, penugasan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.

Peneliti kualitatif sebagai “human instrument” berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya.[2]

 

C.    Instrumen Penelitian Untuk Penelitian Kuantitatif

Jika dalam penelitian kualitatif, instrumen penlitian adalah penelitinya sendiri, maka dalam penelitian kuantitatif, instrumen harus dibuat dan menjadi perangkat yang “independent” dari peneliti. Peneliti harus mampu membuat istrumen sebagus mungkin, apapun instrumen itu.

Pada umumnya instrumen penelitian dalam penelitian kuantitatif terbagi dua, yakni tes dan non tes.[3]

1.         Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Dalam membicarakan tes ini akan disampaikan sekaligus alat ukur lain yang sifatnya terstandar (standardized). Ditinjau dari sasaran atau objek yang akan dievaluasi, maka dibedakan adanya beberapa macam tes dan alat ukur lain.

a.       Tes kepribadian atau personality tes, yaitu tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang. Yakni yang diukur bisa self-concept creativitas, disiplin, kemampuan khusus dan sebagainya.

b.      Tes bakan atau apttitude test, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.

c.       Tes inteligensi atau intelligence test, yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan estimasi atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas orang yang akan diukur intelegensinya.

d.      Test sikap atau attitude, yaitu alat yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.

e.       Teknik proyeksi atau projektif teqnique.

f.       Tes minat atau measures interest, adalah alat untuk menggali minat seseorang terhadap sesuatu.

g.      Tes prestasi atau achievement test, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.

Dalam menggunakan metode tes, peneliti menggunakan instrument berupa tes atau soal-soal tes.

2.    Angket atau kuesioner (Questionnaires)

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk pemperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang iaketahui.

      Kuesioner dapat dibeda bedakan menjadi beberapa jenis, tergantung pada sudut pandangan.

a.       Dipandang Dari cara menjawab, maka ada:

1)      Kuesioner terbuka, yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.

2)      Kuesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabanya sehingga responden tinggal memilih.

b.      Dipandang dari jawaban yang diberikan ada:

1)      Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya.

2)      Responden tidak langsung, yaitu jika responden menjawab tentang orang lain.

c.       Dipandang dari bentuknya, maka ada:

1)      Kuesioner pilihan ganda, yang dimaksud adalah sama dengan kuesioner tertutup

2)      Kuesioner isian, yang dimaksud adalah kuesioner terbuka.

3)      Check list,  sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check (√) pada kolom yang sesuai.

4)      Rating-scale (skala bertingkat), yaitu pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan, misalnya mulai dari sangat setuju sampai kesangat tidak setuju.

Keuntungan kuesioner

a.    Tidak memerlukan hadirnya peneliti.

b.    Dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden.

c.    Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing, dan menurut waktu senggang responden.

d.   Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malu menjawab.

e.    Dapat dibuat terstandar sehingga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.

Kelemahan Kesioner

a.    Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulang untuk diberikan kembali kepadanya.

b.    Sering sukar dicari validitasnya.

c.    Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden dengan sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur.

d.   Sering tidak kembali, terutama jika dikirim lewat pos. menurut penelitian, angket yang dikirim lewat pos angka pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20% (Anderson).

e.    Waktu pengembaliannya tiddak bersama-sama bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat.

 

3.         Interviu (Interview)

Interviu yang sering juga disebut dengan wawancara atau questioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewer).

Ditinjau dari pelaksanannya, maka dibedakan atas:

a.    Interviu bebas, inguided interview, dimana pewawancara bebas menanyakan apa saja, tetapi juga mengingat akan data apa yang akan dikumpulkan.

b.    Interviu terpimpin, guided interview, yaitu inreviu yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci.

c.    Interviu bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interviu bebas dan interviu terpimpin.

 

4.         Observasi

Didalam pengertian psikolog, observasi atau disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Apa yang dikatakan ini sebenarnya adalah pengamatan langsung. Didalam artian penelitian observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara.

Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yang kemudian digunakan untuk menyebut jenis observasi, yaitu:

a.    Observasi non-sitematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrument pengamatan.

b.    Observasi sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.

 

5.         Skala bertingkat (rating scale)

Rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran subjektif yang dibuat berskala.Walaupun bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup memberikan informasi tertentu program atau orang.Instrument ini dapat dengan mudah memberikan gambaran penampilan, terutama penampilan didalam orang menjalankan tugas, yang menunjukkan frekuensi munculnya sifat-sifat.

Rating Scale harus di interpretasikan secara hati hati karena di samping menghasilkan gambaran yang kasar juga jawaban responden tidak begitu saja mudah dipercaya. Sehubungan dengan iniBergman dan Siegel mendaftar hal-hal yang mempengaruhi ketidakjujuran jawaban responden yaitu:

a.     Persahabatan

b.    Kecepatan menerka

c.     Cepat memutuskan

d.    Jawaban kesan pertama

e.     Penampilan instrumen

f.     Prasangka

g.    Hallo effects

h.    Kesalahan pangambilan rata rata

i.      Kemurahan hati.

6.         Dokumentasi

Dokumentasi, berasal dari kata dokumen, yang artinya barang barang tertulis. Di dalam melaksanakan  metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.

Metode dokumentasi dapat dilaksanakan dengan :

a. Pedoman dokumentasi yang memuat garis-garis besar atau kategori yang akan dicari datanya.

b. check-list, yaitu daftar variabel yang akan dikumpulkan datanya. Dalam hal inipeneliti tinggal memberikan tanda atau tally setiap kemunculan gejala yang dimaksud.

 

D.    Langkah-langkah Menyusun Instrumen

Ada enam langkah dalam penyusunan instrumen penelitian,yaitu:[4]

1.    Mengidentifikasikan variabel-variabel yang diteliti.

2.    Menjabarkan variabel menjadi dimensi-dimensi

3.    Mencari indikator dari setiap dimensi.

4.    Mendeskripsikan kisi-kisi instrumen

5.    Merumuskan item-item pertanyaan atau pernyataan instrumen

6.    Petunjuk pengisian instrumen.

Salah satu langkah penting dalam penyusunan instrumen sendiri adalah melakukan uji coba perangkat instrumen. Langkah ini sering diabaikan oleh peneliti karena menjadi beban berat dan dianggap kurang ada manfaatnya. Padahal langkah uji coba ini sangat besar manfaatnya dan mempunyai tujuan tertentu yaitu untuk mengetahui:

1.    Apakah instrumen itu dapat diintrumentasikan dengan mudah, hal ini dapat dilakukan dengan observasi.

2.    Apakah setiap butir itu dapat dibaca dan dipahami oleh responden.

3.    Ketetapan instrumen, baik butir instrumen maupun perangkat instrumen secara keseluruhan dan ketetapan (reliabilitas) instrumen.[5]

 

E.     Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Menurut Ibnu Hadjar (1999:161), kualitas instrumen ditentukan oleh dua kriteria utama, yaitu validitas dan reliabilitas. Validitas suatu instrumen menunjukkan seberapa jauh ia dapat mengukur apa yang hendak diukur. Sedangkan reliabilitas menunjukkan tingkat konsistensi dan akurasi hasil pengukuran.

Sedangkan Burhan Bungin (2005: 96,97), validitas alat ukur adalah akurasi alat ukur terhadap yang diukur walaupun dilakukan berkali-kali dan di mana-mana. Sedangkan realibilitas alat ukur menurutnya adalah kesesuaian alat ukur dengan yang diukur, sehingga alat ukur itu dapat dipercaya atau dapat diandalkan.

 

F.     Pengujian Validitas Instrumen

Ada tiga jenis pengujian Validitas Instrumen.

1.    Pengujian Validitas konstruk

Instrumen yang mempunyai validitas konstruk jika instrumen tersebut dapat digunakan untukmengukur gejala sesuai dengan dengan yang didefinisikan. Misalnya akan mengukur efektivitaskerja, maka perlu didefinisikan terlebih dahulu apa itu efektivitas kerja. Setelah itu disiapkaninstrumen yang digunakan untuk mengukur efektivitas kerja sesuai dengan definisi.

Untuk menguji validitas konstruk, maka dapat digunakan pendapat ahli. Setelah instrumendikonstruksikan tentang aspek-aspek yang akan diukur, dengan berlandaskan teori tertentu, makaselanjutnya dikonsultasikan dengan ahli. Para ahli diminta pendapatnya tentang instrumen yangtelah disusun itu.Jumlah tenaga ahli yang digunakan minimal tiga orang, dan umumnya merekatelah bergelar doktor sesuai dengan lingkup yang diteliti.

Setelah pengujian konstruk dengan ahli, maka diteruskan dengan uji coba instrumen.Setelahdata ditabulasi, maka pengujian validitas konstruk dilakukan dengan analisis faktor, yaitu denganmengkorelasikan antar skor item instrumen.

2.    Pengujian Validitas Isi

Instrumen yang harus memiliki validitas isi adalah instrumen yang digunakan untuk mengukurprestasi belajar dan mengukur efektivitas pelaksanaan program dan tujuan.Untuk menyusuninstrumen prestasi belajar yang mempunyai validitas isi, maka instrumen harus disusunberdasarkan materi pelajaran yang telah diajarkan.Sedangkan instrumen yang digunakan untukmengetahui pelaksanaan program, maka instrumen disusun berdasarkan program yang telahdirencanakan.

Untuk instrumen yang berbentuk tes, maka pengujian validitas isi dapat dilakukan denganmembandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.Jika dosenmemberikan ujian di luar pelajaran yang telah ditetapkan, berarti instrumen ujian tersebut tidakmempunyai validitas isi.

Secara teknis, pengujian validitas konstruksi dan validitas isi dapat dibantu dengan menggunakankisi-kisi instrumen.Dalam kisi-kisi itu terdapat variabel yang diteliti, indikator sebagai tolokukur, dan nomor butir (item) pertanyaan atau pernyataan yang telah dijabarkan dari indikator.Dengan kisi-kisi instrumen itu, maka pengujian validitas dapat dilakukan dengan mudah dansistematis.

3.    Pengujian Validitas Eksternal

Validitas eksternal instrumen diuji dengan cara membandingkan (untuk mencari kesamaan)antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta-fakta empiris yang terjadi di lapangan.Misalnya instrumen untuk mengukur kinerja sekelompok pegawai.Maka kriteria kinerja padainstrumen tersebut dibandingkan dengan catatan-catatan di lapangan (empiris) tentang kinerjayang baik.Bila telah terdapat kesamaan antara kriteria dalam instrumen dengan fakta dilapangan, maka dapat dinyatakan instrumen tersebut mempunyai Validitas eksternal yang tinggi.

 

 

G.    Pengujian Reliabilitas Instrumen

Pengujian reliabilitas instrumen menurut Sugiyono (2010:354) dapat dilakukan secara eksternaldan internal. Secara eksternal, pengujian dilakukan dengan test – retest (stability), equivalent,dan gabungan keduanya. Secara internal pengujian dilakukan dengan menganalisis konsistensibutir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik-teknik tertentu.

1.    Test retest

Instrumen penelitian dicobakan beberapa kali pada responden yang sama dengan instrumen yangsama dengan waktu yang berbeda. Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaanpertama dengan yang berikutnya.Bila koefisien korelasi positif dan signifikan, maka instrumentersebut sudah dinyatakan reliabel.

2.    Ekuivalen

Instrumen yang ekuivalen adalah pertanyaan yang secara bahasa berbeda, tetapi maksudnyasama. misalnya, berapa tahun pengalaman Anda bekerja di lembaga ini? Pertanyaan tersebutekuivalen dengan tahun berapa Anda mulai bekerja di lembaga ini?

Pengujian dengan cara ini cukup dilakukan sekali, tetapi instrumennya dua dan berbeda, padaresponden yang sama. Reliabilitas diukur dengan cara mengkorelasikan antara data instrumenyang satu dengan instrumen yang dijadikan ekuivalennya. Bila korelasi positif dan signifikan,maka instrumen dapat dinyatakan reliabel.

3.    Gabungan

Pengujian dilakukan dengan cara mencobakan dua instrumen yang ekuivalen beberapa kali keresponden yang sama. cara ini merupakan gabungan dari test-retest (stability) dan ekuivalen.Reliabilitas instrumen dilakukan dengan mengkorelasikan dua instrumen, setelah itudikorelasikan pada pengujian kedua dan selanjutnya dikorelasikan secara silang. Jika dengan duakali pengujian dalam waktu yang berbeda, maka akan dapat dianalisis keenam koefisienreliabilitas. Bila keenam koefisien korelasi itu semuanya positif dan signifikan, maka dapatdinyatakan bahwa instrumen itu reliabel.

4.    Internal Consistency

Pengujian reliabilitas dengan internal consistency, dilakukan dengan cara mencobakan instrumensekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik-teknik tertentu. Hasil analisisdapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas instrumen.Pengujian reliabilitas instrumen dapatdilakukan dengan teknik belah dua dari Spearman Brown (Split half), KR20, KR21 dan AnovaHoyt.[6]

 


 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam melakukan kegiatan untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.

Jenis-jenis insrumen penelitian ada dua, yaitu instrumen penelitian untuk penelitian kualitatif dan instrumen penelitian untuk penelitian kuantitatif. Instrumen dalam penlitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri, sedangkan instrumen dalam penelitian kuantitatip dapat berupa tes, angket, wawancara, observasi, skala bertingkat dan dokumentasi.

Salah satu langkah penting dalam penyusunan istrumen sendiri adalah melakukan uji coba perangkat instrumen. Syarat pokok suatu instrumen penelitian adalah validitas dan realibilitas.

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ruslan, Rosady,Metode Penelitian, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.

Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014.

Syaodih Sukmadinata, Nana,Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010.

Nusa Putra, Research & Develompment, Jakarta: Raja Grafindo, 2013.

Arikunto, Suharsimi,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Suryabrata, Sumadi, Metodologi Penelitian, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.


 

KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Instrumen Penelitian” ini .

            Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, kami telah berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik dan sesuai dengan harapan, walaupun di dalam pembuatannya menghadapi kesulitan, karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

            Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin erterima kasih kepada bapak Drs. Fitriadi Lubis, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Research Methodology dan juga kepada orangtua dan teman-teman serta pihak lainnya yang telah memberikan dukungan dan dorongan.

            Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami butuhkan agar dapat menyempurnakan di masa yang akan datang. Walaupun demikian, semoga apa yang disajikan dalam makalah ini, kiranya dapat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

 

 

 

Padangsidimpuan, 16 Oktober 2018

 

 

Penyusun

 


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR........................................................................................................ i

DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang........................................................................................................ 1

B.     Rumusan Masalah.................................................................................................... 1

C.     Tujuan...................................................................................................................... 2

D.    Metodologi Penulisan

 

BAB II PEMBAHASAN

A.    Pengertian Instrumen Penelitian.............................................................................. 3

B.     Instrumen Penelitian untuk Penelitian Kualitatif.................................................... 3

C.     Instrumen Penelitian untuk Penelitian Kuantitatif.................................................. 4

D.    Langkah-Langkah Menyusun Instrumen................................................................. 8

E.     Validitas dan Realibilitas Instrumen....................................................................... 9

F.      Penyajian Validitas Instrumen................................................................................. 9

G.    Penyajian Realibilitas Instrumen............................................................................. 10

BAB III PENUTUP

A.    Kesimpulan.............................................................................................................. 11

B.     Daftar Pustaka......................................................................................................... 12

 



[1] Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), h. 51.

[2]Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014), h. 78.

[3] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006)

[4]Rosady Ruslan, Metode Penelitian, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), h. 169.

[5] Nusa Putra, Research & Develompment, (Jakarta: Raja Grafindo, 2013), h. 175.

[6] Nana Syaodih Sukmadinata, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), h. 287.

makalah aspek manajemen organisasi

makalah aspek manajemen organisasi  BAB I PENDAHULUAN   Manajemen secara umum diartikan sebagai ‘pengaturan’, artinya manajemen adalah...