Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2022

menyusun laporan keuangan

 menyusuna laporan keuangan 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  SAK  memberikan fleksibilitas bagi manajemen dalam memilih metode maupun  estimasi akuntansi yang dapat digunakan.

Wardhani menyatakan  fleksibilitas tersebut akan mempengaruhi perilaku manajer dalam melakukan pencatatan akuntansi dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan.  Kebebasan dalam  memilih metode ini, dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan laporan keuangan yang berbeda-beda di setiap perusahaan. Karena aktivitas perusahaan yang dilingkupi dengan ketidakpastian maka penerapan prinsip konservatisme menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam kaitannya dengan akuntansi dan laporan keuangannya. Konsep ini mengakui biaya dan rugi lebih cepat, mengakui pendapatan dan untung lebih lambat, menilai aktiva dengan nilai yang terendah, dan kewajiban dengan nilai yang tertinggi.

Konservatisme merupakan prinsip akuntansi yang jika diterapkan akan menghasilkan angka-angka pendapatan dan aset cenderung rendah, serta angka-angka biaya cenderung tinggi. Akibatnya, laporan keuangan akan menghasilkan laba yang terlalu rendah (understatement). Kecenderungan seperti itu terjadi karena konservatisme menganut prinsip memperlambat pengakuan pendapatan serta mempercepat pengakuan biaya. Secara tradisional, konservatisme dalam   akuntansi dapat diterjemahkan melalui pernyataan tidak mengantisipasin keuntungan, tetapi megantisipasi semua kerugian.

 

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

A.      Pengertian Laporan Keuangan

1.        Pengertian Laporan Keuangan menurut Standar Akuntansi

“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus KAS, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga[1]

2.        Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

a.         Drs. S.Munawir

Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

b.         Drs. Djarwanto P.S

Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.

c.         Bambang Riyanto

“Laporan keuangan  memberikan ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan, dimana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, hutang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan rugi laba (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama satu periode tertentu, biasanya meliputi periode satu tahun.” [2]   

 

B.       Pemakai Informasi Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan dapat dipandang sebagai suatu seni dan ilmu dalam memeriksa komponen-komponen ungkapan moneter perusahaan, yang disebut sebagai laporan keuangan. Orang-orang membentuk pendapat tentang hal-hal yang dilakukan dimasa lalu, masa kini, dan masa datang suatu perusahaan berdasarkan analisis yang mereka lakukan. Kepercayaan yang diperoleh ini yang akan menjadi dasar pedoman tindakan di perusahaan. [3]

Terdapat enam kelompok pemakai laporan keuangan yaitu inverstor pasar modal, pemberi kredit, manajer perusahaan, auditor eksternal dan internal, regulator, dan pegawai perusahaan.

1.        Investor pasar modal

Orang-orang yang berinvestasi di pasar modal adalah orang yang berani menanggung resiko. Sebagai pemilik perusahaan, kekayaan mereka bertambah seiring dengan semakin bertambahnya kekayaan perusahaan, dan berkurang ketika kekayaan perusahaan berkurang.

2.        Pemberi Kredit

Para kreditor menganalisis laporan keuangan untuk menetapkan profitabilitas atas pembayaran pokok maupun bunga pinjaman yang telah diberikan. Mereka memberikan pinjaman baik dalam jangkan pendek maupun jangka panjang.[4]

3.        Manajer Perusahaan

Para manajer adalah profesional bisnis yang mengoperasikan perusahaan untuk kepentingan pemilik. Sebagai pihak yang bekerja dalam suatu perusahaan, tugas mereka adalah memaksimalkan harga saham perusahaan melalui penggunaan produktif aktiva yang dimiliki perusahaan.

4.        Auditor Internal dan Eksternal

Internal auditor mengetahui operasi perusahaan, dan eksternal auditor memberikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan suatu entitas. Auditor-auditor dipekerjakan oleh suatu entitas memberikan keyakinan kepatuhan dengan kebijakan perusahaan, mengukur kinerja dan memberi rekomendasi perbaikan operasi.[5]

5.        Regulator

Berbagai lembaga pemerintahan menganalisis laporan keuangan sebagai bagian tugas regulatori mereka. Salah satunya Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM), mengatur pasar modal di Indonesia. Badan ini berkewajiban untuk memperoleh keyakinan investor dan kreditor mendapatkan ungkapan tentang aktifitas perusahaan secara penuh dan wajar.[6]

6.        Pegawai Perusahaan

Sebagai salah satu pemakai kelompok laporan keuangan, pegawai menganalisis manfaat dari keakuratan dan kebenaran atas kinerja yang dihasilkan perusahaan.

 

C.      Tujuan Laporan Keuangan

Menurut APB Statement No. 4 laporan keuangan memiliki tujuan secara umum sebagai berikut:

1.        Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumberdaya ekonomi dan kewajiban perusahaan.

2.        Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba.

3.        Memungkinkan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

4.        Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan aktiva dan kewajiban, dan

5.        Mengungkapkan informasi releva lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.[7]

 

D.      Standar Laporan Keuangan

Pelaporan  keuangan dalam akuntansi biasanya didasarkan pada peraturan ataupun standar yang berlaku, missal untuk

1.        Akuntansi komersial memakai Pernyataan Standar Akuntansi ( PSAK ),

2.        Organisasi nirlaba berpedoman dengan PSAK NO. 45, dan

3.        Akuntansi sector public yang berpedoman pada PSAP.[8]

 

E.       Prosedur Analisis Keuangan

Menurut Bernstein (1983 : 3) analisis laporan keuangan mencangkup penerapan metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat dari laporan itu ukuruan-ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan.

Dari pengertian tersebut dapat kita ketahui prosedur dalam analisis laporan keuangan :

1.        Input : Laporan keuangan dan data lainnya

2.        Metode dan teknik analisis laporan keuangan

3.        Output : Informasi yang berguna bagi pengambilan Keputusan.

Prosedur analisis meliputi tahapan sebagai berikut :

a.         Review Data Laporan Keuangan

b.         Menghitung

c.         Membandingkan/Mengukur

d.        Menginterpretasi

e.         Solusi[9]

 

F.       Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan

Analisa laporan keuangan adalah suatu kegiatan penilaian, penelaahan atas laopran keuangan perusahaandengan mendasarkan kepada beberapa metode dan teknik penganalisaaannya sehingga mereka yang berkepentingan terhadap perusahaan dapat melakukan evaluasi dan tindakan lebih lanjut pada perusahaan tersebut. Terdapat beberapa teknik analisis yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan sebagai berikut :

1.        Analisa perbandingan adalah metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih. Dengan menunjukkan :

a.         data absolut (jumlah dalam rupiah);

b.         kenaikan dan penurunan dalam jumlah rupiah;

c.         kenaikan dan penurunan dalam persen;

d.        perbandingan yang dinyatakan dalam ratio;

e.         persentase dari total.[10]

2.        Analisa perubahan modal kerja

3.        Analisa trend dari ratio unsur-unsur neraca dan data operasi yang ada kaitannya.

4.        Analisa persentase per komponen dari neraca dan laporan laba-rugi.

5.        ratio yang memperlihatkan hubungan beberapa unsur neraca, laporan laba-rugi, dan kedua laporan keuangan tersebut.

6.        Analisa perbandingan dengan ratio industri.

7.        Analisa perubahan pendapatan netto atau analisa perubahan laba bruto.

8.        Analisa titik impas atau analisa break-even point.

 

G.      Syarat-syarat Laporan Keuangan 

Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi didalam membuat Laporan Keuangan

1.        Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.

2.        Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan secara jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya.

3.        Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansidan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.

4.        Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.

5.        Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di sajikan tepat pada waktunya[11]

6.        Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan perusahaan lain pada tahun yang sama

7.        Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca[12].

 

H.      Keterbatasan Laporan Keuangan

Laporan keuangan memiliki beberapa keterbatasan, berikut beberapa keterbatasan laporan keuangan :

Dalam prinsip-prinsip akuntansi indonesia atau Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) secara terperinci menjelaskan tentang sifat dan keterbatasan laporan keuangan yaitu :[13]

1.        Laporan keuangan bersifat historis

2.        Laporan keuangan bersifat umum

3.        Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.

4.        Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material

5.        Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian

6.        Laporan keuangan lebih menekankan kepada makna ekonomis suatu peristiwa atau transaksi daripada bentuk hukumnya.[14]

7.        Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknik

8.        Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antara perusahaan.

9.        Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan

10.    Laporan keuangan dibuat antara waktu tertentu (intern report) dan bukan merupakan laporan final.[15]

11.    Adanya beberapa standar nilai yang bergabung. Beberapa aktiva, biasanya aktiva tetap dilaporkan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi pengahapusannya, karena nilai aktiva itu dalam laporan keuangan akan tercantum sebesar nilai bukunya.

12.    Adanya pengaruh daya beli uang berubah.

13.    Adanya faktor yang tidak dapat dinyatakan dengan uang.[16]

 

I.         Unsur-unsur Laporan Keuangan

Dalam SFAC No. 6, FASB telah mendefinisikan 10 unsur laporan keuangan yang berhubungan langsung dengan posisi keuangan dan hasil kinerja perusahaan. Unsur-unsur inilah yang nantinya akan membentuk struktur sebuah laporan keuangan.[17]

Berikut adalah definisi dari masing-msasing kesepuluh unsur laporan keuangan sebagaimana yang telah dirumuskan oleh FASB dalam SFAC No. 6:

1.        Aktiva

Aktia adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan, yang diperoleh atau dikendalikan oleh entitas sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lalu.

2.        Kewajiban

Kewajiban adalah pengorbanan atas manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan, yang timbul dari kewajiban entitas pada saat ini, untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lalu.

3.        Ekuitas

Ekuitas adalah kepemilikan atau kepentingan residu dalam aktiva entitas, yang masih tersisa setelah dikurangi dengan kewajibannya.

4.        Investasi oleh pemilik

Investasi oleh pemilik adalah kenaikan ekuitas (aktiva bersih) entitas yang dihasilkan dari penyerahan sesuatu yang bernilai oleh entitas lain untuk memperoleh atau meningkatkan bagian kepemilikannya[18]

5.        Distribusi kepada pemilik

Distribusi kepada pemilik adalah penurunan ekuitas (aktiva bersih) entitas yang disebabkan oleh penyerahan aktiva, jasa, atau terjadinya kewajiban entitas kepada pemilik. [19]

6.        Laba Komprehensif

Laba Komprehensif adalah perubahan dalam ekuitas entitas sepanjang suatu periode sebagai akibat dar transaksi dan peristiwa serta keadaan-keadaan lainnya yang bukan bersumber dari pemilik.

7.        Pendapatan

Pendapatan adalah arus kas masuk aktiva atau peningkatan lainnya atas aktiva atau penyelesaian kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya) dari pengiriman barang, pemberian jasa,

8.        Beban

Beban adalah arus kas keluar aktiva atau penggunaan lainnya atas aktiva atau tejadinya (munculnya)kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya) yang disebabkan oleh pengiriman atau pembuatan barang, pemberian jasa.

9.        Keuntungan

Keuntungan adalah kenaikan dalam ekuitas (aktiva bersih) entitas yang ditimbulkan oleh transaksi feriferal (transaksi diluar operasi utama atau operasi sentral perusahaan) atau transaksi incidental (transaksi yang kejadiannya jarang) dan dari seluruh transaksi lainnya serta pristiwa maupun keadaan lainnya yang mempengaruhi entitas.[20]

10.    Kerugian

Kerugian adalah penurunan dalam ekuitas (aktiva bersih) entitas yang ditimbulkan oleh transaksi feriferal (transaksi diluar operasi utama atau operasi sentral perusahaan) atau transaksi incidental (transaksi yang kejadiannya jarang) dan dari seluruh transaksi lainnya serta pristiwa maupun keadaan lainnya yang mempengaruhi entitas, tidak termasuk yang berasal dari beban atau distribusi kepada pemilik.[21]

 

J.        Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang biasanya disajikan pada perusahaan dagang meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus KAS, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga. [22]

 

K.      Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

1.        Neraca ( Balance Sheet)

Laporan neraca atau daftar neraca disebut juga laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan ini menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan modal pada saat tertentu. Laporan ini bisa disusun setiap saaat dan merupakan opname situasi posisi keuangan pada saat itu. [23]

Komponen Neraca Perusahaan Dagang

Neraca terdiri dari kelompok akun riil atau akun nyata, yang terdiri dari:

2.        Asset/ Aktiva (Harta)

Asset adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, yang dapat dinilai dengan uang dan dapat digunakan dalam operasi perusahan.

Asset/ Harta terdiri dari:[24]

a.         Harta Lancar ( Current Assets),  adalah harta yang diharapkan dapat dicairkan tidak lebih dari satu tahun/ satu siklus akuntansi. Harta Lancar terdiri dari:

1)             Kas (cash)

2)             Surat Berharga

3)             Piutang Dagang (Account Receivable)

4)             Piutang Wesel (Notes Receivable)

5)             Perlengkapan (Supllies0

6)             Persediaan Barang Dagangan ( Merchandise Inventory)

b.         Harta Tetap Berwujud ( Fixed Assets), adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang pemakainnya lebih dari satu tahun, digunakan untuk oersai peusahaan dan bukan untuk di jual. Harta tetap berhujud terdiri dari:

1)             Tanah

2)             Gedung/ Bangunan

3)             Mesin

4)             Peralatan Toko dan Peralatan Kantor

5)             Kendaraan

c.         Harta Tetap tidak berwujud ( Intengible Fixed Assets),  adalah hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan memiliki nilai tetapi tidak memiliki bentuk fisik. Harta tetap tak berhujud terdiri dari:

1)             Goodwill ( Nama Baik)

2)             Hak Paten

3)             Hak Cipta

4)             Merek Dagang

5)             Hak Sewa[25]

3.        Utang/ Kewajiban ( Liabilities)

Utang adalah keharusan membayar kepada pihak lain yang disebabkan adanya transaksi pembelian barang secara kredit. Berdasarkan jangka waktu pelunasannya utang dikelompokkan menjadi:

a.              Utang Lancar ( Current Liabilities), adalah utang yang harus dilunasi kurang dari satu tahun. Utang lancar terdiri dari:

1)        Utang Dagang ( Acoount Payable)

2)        Utang Wesel ( Notes Payable)

3)        Utang Pendapatan/ Pendapatan Diterima Dimuka[26]

4)        Utang Beban/ Beban Yang Masih Harus Dibayar

b.             Utang Jangka Panjang ( Long Terms Liabilities), adalah utang yang waktu pelunasanya lebih dari satu tahun. Utang jangka panjang terdiri dari:

1)        Utang Hipotek

2)        Utang Obligasi

3)        Kredit Investasi

4.        Modal / Ekutas (Equity), adalah hak kepemilikan atas harta perusaaan yang merupakan kekayaan bersih, atu selisih harta dan utang.[27]

 

L.       Bentuk Laporan Neraca/ Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Dagang

1.        Bentuk Akun/ Skontro

Dalam bentuk ini sisi aktiva dan pasiva disusun bersebelahan, bentuk ini mempunyai dua sisi, yaitu sisi debit untuk merunci aktiva dan sisi kredit untuk merinci kewajiban dan ekuitas.

2.        Bentuk Laporan

Dalam Bentuk ini aktiva, kewajiban, dan ekuitas disusun dari atas ke bawah aktiva dibuat terlebih dahulu di atas kemudian kewajiban dan ekuitas di bawahnya.[28]

 

M.     Sumber Penyusunan Neraca

Laporan Neraca atau Laporan Posisi Keuangan disusun dari neraca lajur atau kertas kerja lajur neraca dengan ketentuan sebagai berikut:

1.        Untuk aktiva berada di lajur Neraca sebelah debet

2.        Untuk kewajiban datanya di lajur Neraca sebelah kredit.

3.        Untuk modal diambil dari modal akhir hasil laporan perubahan modal.[29]

a.       Laporan Laba Rugi

Laporan laba / rugi adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai aktivitas operasional perusahaan dengan memperhitungkan pendapatan dan beban-beban selama satu periode yang kemudian dapat ditentukan laba atau rugi.[30]

 

N.      Pendekatan untuk mencatat transaksi perusahaan

1.        Pendekatan Dasar Tunai ( Cash Basis)

Suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan mengakui beban saat mengeluarkan uang tunai.

Metode ini cocok untuk perusahaan dengan skala kecil karena metode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rugi pada periode tertentu.

2.        Pendekatan Dasar Waktu ( Accrual Basis)

Suatu sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai.

Metode ini sangat tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu. Dalam buku ini pembahasan ditekankan pada metode dasar waktu (accrual basis).[31]

 

O.      Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Laporan perubahan ekuitas yaitu laporan keuangan yang menunjukan perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan perubahan ekuitas terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo setelah disesuaikan di tambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive.

Laporan perubahan modal hanya lazim berlaku dibuat pada perusahaan perseorangan, persekutuan atau firma, dan CV. Sementara itu, untuk perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) istilah untuk laporan perubahan modal adalah laporan laba ditahan (returned earning statement).[32]

 

P.       Komponen Laporan Perubahan Modal

Komponen akun dalam laporan perubahan ekuitas adalah:

1.        Modal awal

Modal awal berasal dari investasi awal ataupun penambahan investasi.

2.        Laba atau rugi

Laba perusahaan akan menambah modal perusahaan, sedangkan rugi akan mengurangi modal perusahaan.[33]

3.        Penarikan (prive)

Apabila sebagian laba diambil oleh pemilik untuk kepentingannya sendiri di luar kepentingan perusahaan, maka kejadian ini akan mengurangi modal pemilik.

Jika bentuk perusahaan adalah perseorangan atau firma maka penarikan disebut Prive dan jika berbentuk perseroan (PT) penarikan disebut Dividen.

Apabila laba lebih besar dari pada penarikan maka akan ada kenaikan modal, sebaliknya jika laba lebih kecil dari penarikan maka akan terjadi penurunan modal.

4.        Modal akhir

Modal akhir adalah saldo modal awal ditambah laba rugi dikurangi penarikan.[34]

 

 

 

 

 


 

BAB III

KESIMPULAN

 

Laporan keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban keuangan bagi perusahaan. Analisa laporan keuangan perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat resiko (atau tingkat kesehatan) suatu perusahaan.

Pada dasarnya laporan keuangan perusahan dagang dan laporan keuangan perusahaan jasa tidaklah jauh berbeda, perbedaan antara keduanya hanya jelas menonjol pada komponen laporan laba rugi dan setikit pada komponen penyusun neraca

Informasi dalam laporan keuanagn digunakan oleh pihak internal perusahan dan eksternal untuk melakukan pertimbangan sebelum penagmbilan keputusan.

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Baridwan, Zaki 2004. Intermediate Accounting (Edisi 8). Yogyakarta: BPFE Yogyakarta, Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.

 

Dwi Harti, 2012. Modul Akuntansi 1A. Jakarta: Erlangga

 

Hery, SE, M.Si, 2009. Teori Akuntansi (Edisi Pertama). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

 

Hery, SE, M.Si, 2012. Mengenal dan Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service).

 

Moelyati, Sucipto Toto, Sumardi, 2007. Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang. Jakarta: Yudistira

 

S. Alam, MM, 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Penerbit Erlangga.

 



[1] Zaki Baridwan, 2004. Intermediate Accounting (Edisi 8). Yogyakarta: BPFE Yogyakarta, Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada., hal, 11

[2] Ibid., hal., 15

[3] Ibid., hal., 18

[4] Dwi Harti, 2012. Modul Akuntansi 1A. Jakarta: Erlangga., hal, 22

[5] Ibid., hal., 24

[6] Zaki Baridwan., Op.,Cit., hal 22

[7] Ibid., hal., 24

[8] Dwi Harti., Op.,Cit., hal 28

[9] Hery, SE, M.Si, 2009. Teori Akuntansi (Edisi Pertama). Jakarta: Kencana Prenada Media Group., hal, 12

[10] Ibid., hal., 16

[11] Ibid., hal., 17

[12] Zaki Baridwan., Op.,Cit., hal 28

[13] Ibid., hal., 30

[14] Dwi Harti., Op.,Cit., hal 30

[15] Ibid., hal., 33

[16] S. Alam, MM, 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Penerbit Erlangga., hal, 20

[17] Ibid., hal., 21

[18] Ibid., hal., 24

[19] Dwi Harti., Op.,Cit., hal 35

[20] Ibid., hal., 38

[21] Ibid., hal., 40

[22] Zaki Baridwan., Op.,Cit., hal 33

[23] Ibid., hal., 34

[24] Sumardi Moelyati Sucipto Toto, 2007. Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang. Jakarta: Yudistira., hal, 12

[25] Ibid., hal., 14

[26] Dwi Harti., Op.,Cit., hal 44

[27] Ibid., hal., 46

[28] Ibid., hal., 47

[29] Sumardi Moelyati Sucipto Toto., Op.,Cit., hal 14

[30] Zaki Baridwan., Op.,Cit., hal 36

[31] Ibid., hal., 38

[32] Ibid., hal., 41

[33] Dwi Harti., Op.,Cit., hal 44

[34] Hery, SE, M.Si, 2012. Mengenal dan Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service)., hal, 12

makalah aspek manajemen organisasi

makalah aspek manajemen organisasi  BAB I PENDAHULUAN   Manajemen secara umum diartikan sebagai ‘pengaturan’, artinya manajemen adalah...