BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pendidikan
merupakan salah satu faktor kemajuan bangsa ini berdiri, yang telah menjadi
sebuah keharusan bagi peningkatan kualitas kehidupan manusia. Pendidikan
menjadi pilar utama dalam membentuk kepribadian yang akan menjadi acuan dalam
perkembangan kehidupan. Dengan pendidikan pula peradaban dunia ini bisa dibentuk, berkembang.
Di era perkembangan yang kemajuannya
berjalan secara cepat ini menuntut pendidikan untuk bisa menghadapi dan
mengontrolnya sehingga manusia tidak terjebak dengan kencangnya arus kemajuan
zaman. Hal ini membuat suatu bangsa
untuk semakin berusaha memajukan kualitas pendidikan yang ada di negaranya
masing-masing, begitu pula dengan Negara Singapura. Oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis akan membahas mengenai pendidikan di singapura.
Matematika Singapura adalah
kurikulum yang meniru cara matematika diajarkan di Singapura. Singapura
sebelumnya mengimpor semua buku-buku pelajaran matematika dari negara-negara
lain. Tetapi tahun 1980, mereka mulai mengembangkan kurikulum matematika
sendiri, dengan mengutamakan konsep-konsep yang ingin mereka terapkan pada
murid-murid mereka pada masing-masing tahap. Masing-masing topik, seperti
penambahan, pengurangan sampai pecahan dan desimal, dipelajari dalam tiga
langkah.
Pengajar matematika, Gertie Walls,
mulai mengajarkan Matematika Singapura kepada murid-muridnya beberapa tahun
lalu. Ia telah menjadi guru matematika sekolah dasar selama hampir 30 tahun,
dan menurutnya memperkenalkan kurikulum ini adalah pengalaman yang
menyenangkan. Walls merupakan satu dari 32 guru yang menghadiri program
pelatihan Matematika Singapura di Baker, Lousiana. Yang ia sukai dari kurikulum
itu adalah karena lebih mengandalkan pada gambar, daripada kata-kata. Sehingga,
murid-murid punya kesempatan untuk menemukan, daripada diajarkan, konsep-konsep
matematika, dan dalam prosesnya, mereka belajar untuk berpikir secara
matematis.
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
system pendidikan di Singapura?
2. Bagaimana
dengan kurikulim, metode, tujuan serta metode yang ada pada pendidikan di
Singapura?
3. Apakah Kelebihan Kurikulum Matematika
Singapura?
4. Bagaimana Sistem Kebijakan Pendidikan di Singapura ?
1.3.
Tujuan Masalah
1. Untuk
mengetahui system pendidikan di Singapura.
2. Untuk
mengetahui kurikulum pendidikan matematika Singapura.
3. Untuk
mengetahui Kelebihan Kurikulum
Matematika Singapura.
4. Untuk mengetahui Sistem
Kebijakan Pendidikan di Singapura.
1.4. Manfaat
Berdasarkan
latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penulisan, manfaat
penulisan makalah ini adalah:
1.
Memiliki pemahaman yang luas tentang pendidikan di
Singapura.
2.
Menambah pengetahuan terhadap kurikulum pendidikan
matematika Singapura dan mengetahui perbedaan kurikulum di Indonesia dengan
Singapura.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pendidikan Singapura
Sistem
pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap siswa memiliki
bakat dan minat yang unik. Singapura memakai pendekatan yang fleksibel untuk
membantu perkembangan potensi para siswa. Pusat Keunggulan Pendidikan
Singapura, Pusat Pendidikan Dunia. Selama bertahun-tahun, Singapura telah
berkembang dari sistem pendidikan ala Inggris yang tradisional menjadi sistem
pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan
bakat.
Keunggulan
sistem pendidikan di Singapura terletak pada kebijakan dua-bahasa (Bahasa
Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil) dan kurikulumnya yang lengkap dimana inovasi dan
semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat diutamakan. Para individu
menunjukkan bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain dan kemampuan untuk
bertahan dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan, dipersiapkan untuk
sebuah masa depan yang lebih cerah.
Sistem
pendidikan di Singapura terdiri dari empat lembaga utama, yakni:
1.
Pemerintah, sekolah
yang didanai pemerintah dan independen untuk tingkat sekolah dasar dan menengah
2.
Universitas Lokal,
Pendidikan Politeknik dan Lembaga Teknik- untuk paska pendidikan tingkat
menengah
3.
Sekolah swasta untuk
pendidikan tingkat dasar dan menengah
4.
Sekolah dengan sistem
dari luar negeri dan sekolah asing/internasional.
Selama
bertahun-tahun, Singapura telah berkembang dari sistem pendidikan ala
Inggris yang tradisional menjadi sistem pendidikan yang bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan bakat. Sekolah-sekolah di
Singapura terkenal dengan standarnya yang tinggi dalam hal kegiatan belajar
mengajar, terbukti melalui perbandingan lokakarya Internasional seperti Third Internasional Matemathics and Science Study (TIMSS) yang
menunjukkan bahwa mayoritas siswa sekolah Singapura yang terkemuka telah
mempunyai standar internasional dalam mata pelajaran matematika dan ilmu
pengetahuan.
Para
siswa kami juga merupakan yang terbaik dalam kompetisi di setiap kejuaraan
debat sedunia (Bahasa Inggris) dan olimpiade Internasional (Matematika, Fisika,
Kimia dan Biologi), mengalahkan siswa-siswa dari negara lain untuk meraih
hadiah utama dan penghargaan yang diberikan. Pada tingkat ketiga, sebagai
tambahan untuk mempromosikan 3 universitas lokal yang sedang berkembang,
Singapura telah menarik 10 institusi kelas dunia dengan jaringan industri yang
kuat untuk membangun pusat pendidikan dan penelitian yang sempurna.
Di
antaranya adalah nama-nama yang sudah dikenal, seperti Universitas yang
terkemuka di Perancis-INSEAD, Massachusett Institute of Technology yang
terkenal, dan sekolah bisnis Amerika yang terkemuka seperti University of Chicago Graduate School of
Business. Bahkan setelah lulus dan masuk dalam dunia kerja, ada banyak
kesempatan untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut. Pelatihan profesional dan
dasar keterampilan ditawarkan dan dijelaskan secara umum. Hal ini telah
diketahui oleh banyak orang guna melihat minat pada seminar-seminar yang
dilakukan oleh manajemen guru seperti Michael Porter atau kuliah yang diberikan
oleh para ahli yang datang berkunjung. Kehadiran dari gabungan institusi
Internasional, sistem pendidikan yang berkualitas tinggi dan tepat, dan sebuah
bangsa yang yakin atas investasi pada pendidikan, akan bersama-sama menawarkan
kepada para siswa di di sini dan di seluruh dunia, sebuah pengayaan dan
keutuhan perjalanan belajar.
2.2.
Kurikulum Pendidikan Matematika Singapura
Pada tahun 1992 Singapura mulai
menekankan pemecahan masalah di dalam kurikulumnya. Pemecahan masalah
mataematika dipusatkan dalam pembelajaran matematika yang di dalamnya
menyangkut kemahiran, kemampuan/keterampilan dalam menerapkan konsep-konsep
matematika dalam berbagai situasi masalah, seperti yang dijabarkan oleh
Kementrian Pendidikan Singapura, Mathematical
problem solving is central to mathematics learning. It involves the acqulsition
and application of mathematics concepts and skill in a wide range of situation.
Including non-routine, open-ended and real-word problems (Clark, 2009).
Pemecahan
masalah (problem solving) sebagai
tujuan utama pengembangan kurikulum pendidikan Singapura bergantung pada 5
(lima) komponen yang saling terkait. Kelima komponen tersebut, yaitu konsep (concept), keterampilan (skills), proses (processes), sikap (attitudes),
serta metakognisi (metacognition) dan
pemecahan masalah (problem solving). Foong (2002)
menyatakan bahwa dalam kurikulum matematika di Singapura kini, kemampuan
penyelesaian masalah merupakan tujuan dari proses belajar mengajar matematika.
Selanjutnya Foong (2002) berpendapat bahwa mengajar melalui pemberian
masalah-masalah memberikan kesempatan pada siswa untuk membangun konsep
matematika dan mengembangkan keterampilan matematikanya.
Masalah akan mengarahkan siswa untuk menggunakan heuristik seperti untuk
menyelidiki dan menggali pola sebaik mereka berpikir secara kritis. Untuk menyelesaikan
masalah, murid harus mengamati, menghubungkan, bertanya, mencari alasan, dan
mengambil kesimpulan. Keberhasilan dalam memecahkan masalah sangat erat
hubungannya dengan tingkat kemampuan dan pengamatan seseorang terhadap proses
berpikir siswa sendiri.
2.2. Perbandingan Kurikulum Pendidikan Indonesia dan
Singapura
Kurikulum pendidikan Singapura ternyata tidak beda-beda dari kurikulum pendidikan di Indonesia. Mereka juga
punya ujian nasional atau UN bagi semua siswa setiap akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Bedanya, jenjang pendidikan di
Singapura itu tidak rumit. Adapun kesamaan lainnya yaitu dalam penyusunan materi
pembelajaran kurikulum singapura mengkolaborasikan dan mensinergikan antara
pedagogik dengan teori, hal ini seperti halnya pada penyusunan materi
pembelajaran di Indonesia. Adapun penyusun kurikulum di Singapura adalah
departemen Pendidikan (MOE).
Departemen Pendidikan (MOE) memastikan keseimbangan, ketelitian, relevansi
dan respon dari kurikulum untuk memenuhi kebutuhan abad ke-21. Guru harus
berfokus pada pengajaran untuk bertahan pemahaman dan keterampilan. Penilaian
harus dikontekstualisasikan dan dibuat lebih otentik untuk membekali siswa
dengan keterampilan dan sikap untuk menghadapi masalah baru dan isu-isu yang
akan datang mereka jalan.
Anak-anak di Singapura masuk ke
dunia pendidikan formal mulai dari tingkat TK lanjut ke
SD (primary school) selama 6 tahun. Setelah itu mereka masuk SMP-SMA (secondary school) selama 5 tahun, lalu
ke tingkat persiapan menuju kuliah (centralised
institute atau junior colleges) 3 tahun, baru masuk universitas (university). Akan tetapi, lama
seseorang menyelesaikan pendidikan
di setiap jenjang setelah SD itu berbeda-beda. Karena setiap anak dimasukkan ke
kelas sesuai dengan kemampuan masing-masing, ada 3 kelas di jenjang secondary school, lain Express, Normal Academic dan Normal Technical. Express merupakan
tempat buat siswa pintar. Bagi anak-anak kelas Express, mereka bisa menyelesaikan secondary school selama 4 tahun. Ini juga kalo mereka lulus O Level
Test Singapura.
Kalau
Normal Academic itu, sebelum mereka
masuk ke kelas 5, pada tahun ke-4 harus mengerjakan ujian nasional N level tes
buat naik kelas. Setelah mereka melewati kelas 5, ada ujian nasional lagi yang
namanya O Level Test. Untuk kelas Normal
Technical, bisa disamain sama SMK. Jadi, setelah mereka lulus secondary school, mereka bisa lanjutin
ke Institute of Technical Education
selama dua tahun, atau sekolah lanjutan buat mereka yang mau meneruskan ke
jenjang pendidikan yang lebih
tinggi, Polytechnic (kalau mau
dapatkan diploma), bisa juga langsung kerja.
Pelajaran
yang mereka dapat juga tidak beda-beda dengan di Indonesia, misalnya Bahasa
Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni, juga pelajaran yang namanya Mother Tongue Language atau pelajaran
bahasa sesuai bahasa ibu mereka. Ini secara Singapura salah satu negara
multirasial. Misalnya, mereka yang orang Melayu akan mempelajari bahasa Malay,
bagi mereka yang Chinese bisa belajar bahasa Mandarin, mereka yang berasal dari
India akan mempelajari bahasa Tamil. Nah, hampir semua mata pelajaran itu
diujikan dalam O Level Test alias UN Versi Singapura.
O
Level Test, ini nama UN untuk secondary
school. O Level Test adalah kependekan dari Ordinary Level Test. Bedanya dengan UN kita, UN mereka gak
menentukan kelulusan seseorang karena, menurut Pemerintah Singapura, setiap
orang punya kesempatan sama untuk melanjutkan pendidikan.
Jadi,
buat pelajar yang udah duduk di kelas 4 Express ataupun yang di kelas 5 Normal
Academic udah harus ngikutin O Level Test untuk lulus dari secondary school.
Dalam O Level Test ada tujuh pelajaran yang harus diikutin: lima mata pelajaran
pokok dan dua mata pelajaran pilihan. Kelima pelajaran pokok itu adalah
English, Mother Tongue, Matematika, IPA (Biologi, Kimia, Fisika), IPS (Sejarah,
Sosiologi, Geografi), serta dua mata pelajaran, pilihan dari Food and Nutrition, IT, dan Design and
Technology. Semua pelajaran tersebut punya nilai minimum.
Buat
mereka yang tidak bisa mendapatkan nilai minimum, tetap lulus. Tapi, di ijazah
mereka akan ada nilai merah. Kalau mereka tidak mau di ijazahnya ada nilai
merah, mereka boleh mengulang satu tahun di kelas yang sama.
Setelah
Secondary School, masih ada satu lagi
jenjang sebelum mereka masuk ke universitas, yaitu Centralised Institute atau Junior Colleges (tertiary education,
persiapan menuju tingkat universitas). Tapi, buat mereka yang punya nilai bagus
(poin 1 sampe 14) bisa langsung ke Junior
College yang lamanya dua tahun.
Kalau
mereka tidak punya nilai dari poin yang disebutkan itu, mereka melanjutkan ke Centralised Institute yang waktunya
lebih lama, yakni tiga tahun. Setelah itu mereka harus melewati ujian nasional
yang namanya A Level Test atau Advanced Level Test. Tes yang diberikan
tentu saja lebih susah, secara sudah mau masuk Universitas.
Sebagai Ilustrasi
perbedaan Kurikulum Indonesia dengan Singapura adalah sebagai berikut :
Ilustrasi 1
: Kurikulum Indonesia
Seorang petani diberikan modal : ladang, alat
pertanian dan benih. Lalu diberikan target-target tumbuhnya tanaman. Tentang
cara menanam? Diserahkan semuanya kepada petani!
Ilustrasi 2
: Kurikulum Singapura
Seorang petani diberikan modal :
ladang, alat pertanian dan benih. Lalu diberikan target-target tumbuhnya
tanaman. Tentang cara menanam? Diberikan panduan lengkap, diberikan pendekatan
terbaik untuk menanam.
2.3. Kelebihan Kurikulum
Matematika Singapura
1. Matematika Singapura
menjadikan Problem Solving sebagai dasar pembelajaran matematika di kelas.
2. Pengajaran Matematika
Singapura merupakan pengajaran matematika terbaik di dunia karena memiliki
instrumen yang lengkap dan terstruktur. Salah satu metode yang dipakai adalah
Model Drawing. Model ini merupakan salah satu pendekatan CPA yang menjadi
pendekatan Matematika Singapura.
3. Sistem pendidikan di Singapura terletak pada kebijakan
dua-bahasa (Bahasa Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil) dan kurikulumnya yang lengkap
dimana inovasi dan semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat diutamakan.
2.4. Sistem Kebijakan
Pendidikan di Singapura
Sekolah di Singapura menerapkan sistem bilingual
dimana bahasa Inggris adalah bahasa utama dan menjadi bahasa pengajaran di
sekolah dan bahasa kedua adalah bahasa ibu (bahasa Mandarin, bahasa Melayu,
atau bahasa Tamil). Orang India non-Tamil dapat mengambil bahasa Tamil atau
bahasa lain yang tidak resmi seperti bahasa Bengal, bahasa Gujarat, bahasa
Hindi, bahasa Punjab, atau bahasa Urdu. Namun, orang Tionghoa yang
berlatarbelakang keluarga yang tidak berbahasa Mandarin harus belajar bahasa
Mandarin. Siswa dengan latarbelakang orang Indonesia harus belajar bahasa
Melayu.
Kebijakan pendidikan di Singapura dirancang untuk
memastikan bahwa tidak ada anak yang tidak sekolah karena latar belakang
keuangan. Iuran di sekolah negeri telah disubsidi. Tidak ada iuran di sekolah
dasar namun setiap siswa harus membayar maksimum $6,5 per bulan untuk biaya
operasional sekolah. Pemerintah menyediakan beasiswa bagi siswa dengan
pendapatan keluarga kurang dari SGD$2.500 per bulan. Kebijakan Pendidikan Di
Singapura Sistem pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap
siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Singapura memakai pendekatan yang
fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para siswa. Pusat Keunggulan
Pendidikan-Singapura, Pusat Pendidikan Dunia. Selama bertahun-tahun, Singapura
telah berkembang dari sistem pendidikan ala Inggris yang tradisional menjadi
sistem pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan
mengembangkan bakat. Keunggulan sistem pendidikan di Singapura terletak pada
kebijakan dua-bahasa (Bahasa Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil) dan kurikulumnya
yang lengkap dimana inovasi dan semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat
diutamakan. Para individu menunjukkan bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain
dan kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan,
dipersiapkan untuk sebuah masa depan yang lebih cerah. Sistem pendidikan di
Singapura terdiri dari empat lembaga utama, yakni:
1.
Pemerintah, sekolah yang didanai pemerintah dan
independen untuk tingkat sekolah dasar dan menengah.
2.
Universitas Lokal, Pendidikan Politeknik dan Lembaga
Teknik- untuk paska pendidikan tingkat menengah.
3.
Sekolah swasta untuk pendidikan tingkat dasar dan
menengah.
4.
Sekolah dengan sistem dari luar negeri dan sekolah
asing/internasional.
Selama bertahun-tahun, Singapura
telah berkembang dari sistem pendidikan ala Inggris yang tradisional menjadi
sistem pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan
mengembangkan bakat. Keunggulan sistem pendidikan di Singapura terletak pada
kebijakan dua-bahasa (Bahasa Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil) dan kurikulumnya
yang lengkap dimana inovasi dan semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat
diutamakan. Para individu menunjukkan bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain
dan kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan,
dipersiapkan untuk sebuah masa depan yang lebih cerah. Sekolah-sekolah di
Singapura terkenal dengan standarnya yang tinggi dalam hal kegiatan belajar
mengajar, terbukti melalui perbandingan lokakarya Internasional seperti Third
Internasional Matemathics and Science Study (TIMSS) yang menunjukkan bahwa
mayoritas siswa sekolah Singapura yang terkemuka telah mempunyai standar
internasional dalam mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan.
1.
Pendidikan Pra Sekolah
Pendidikan pra sekolah
diselenggarakan oleh Taman kanak-kanak dan pusat perawatan anak, terdiri dari
program tiga tahun untuk anak usia 3 hingga 6 tahun. Terdaftar pada menteri
pendidikan, Taman kanak-kanak di Singapura dilaksanakan oleh yayasan
masyarakat, perkumpulan keagamaan, organisasi sosial dan bisnis. Pusat
perawatan anak mendapat ijin dari Menteri Pengembangan Masyarakat dan olah
raga. Kebanyakan dari Taman kanak-kanak menyelenggarakan dua sesi sehari dengan
tiap sesi pelatihan dari 2, 5 sampai 4 jam, 5-hari setiap minggunya. Pada
umumnya kurikulum termasuk program berbahasa Inggris dan bahasa asing dengan
pengecualian terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah Internasional yang
menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat.
2. Sekolah Dasar
Seorang anak di
Singapura menjalani pendidikan dasar selama 6 tahun, terdiri dari empat tahun
tahap dasar pertama yaitu Sekolah Dasar kelas 1 sampai 4 dan tahap orientasi
tahun ke dua yaitu Sekolah Dasar kelas 5 sampai 6. Pada tahap dasar, kurikulum
inti terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris, Bahasa daerah dan matematika,
dengan mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan,
pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan sejak
kelas 3 Sekolah Dasar. Untuk memaksimalkan potensi mereka, siswa diarahkan
menurut kemampuan belajar mereka sebelum menguasai tahap orientasi. Pada akhir
kelas 6 SD, siswa mengikuti Ujian Kelulusan Sekolah Dasar (Primary School
Leaving Examination). Kurikulum Sekolah Dasar di Singapura telah digunakan
sebagai model internasional, khususnya metode pengajaran matematika
3. Sekolah Lanjutan Sekolah Lanjutan
di Singapura terdiri dari sekolah dengan Dana Pemerintah, bantuan Pemerintah
atau biaya sendiri. Para siswa melaksanakan pendidikan lanjutan selama 4 atau 5
tahun melalui program spesial, cepat ataupun normal. Program spesial dan cepat
mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE 'O' (Singapore-Cambridge General
Certificate of Education 'Ordinary') pada tingkat empat. Siswa pada program
normal dapat memilih jurusan akademik atau teknik, yang keduanya mempersiapkan
siswa untuk mengikuti ujian GCE 'N' (Singapore-Cambridge General Certificate of
Education 'Normal') pada tingkat empat dan jika hasilnya memuaskan, maka siswa
akan mengikuti ujian GCE 'O' pada tingkat lima. Kurikulum pendidikan lanjutan
mencakup Bahasa Inggris, Bahasa daerah, Matematika, Ilmu Pengetahuan dan
kemanusiaan. Pada tingkat lanjutan ke-3, siswa dapat memilih pilihan mereka
sendiri tergantung apakah mereka di jurusan Seni, Ilmu Pengetahuan, Perniagaan
atau teknik terapan. Kurikulum pada Sekolah Lanjutan di Singapura dikenal di
seluruh dunia atas kemampuannya untuk mengembangkan siswa melalui pemikiran
yang kritis dan keterampilan intelektual setelahmenyelesaikan kuliah mereka di
universitas.
4. Institusi Kesenian Swasta Saat
ini ada 2 institusi kesenian swasta di Singapura yaitu LASALLE College of the
Arts dan Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) yang menawarkan pendidikan
kesenian selepas sekolah menengah. Kedua sekolah tersebut dikelola oleh swasta
dan merupakan badan yang dibiayai publik; kedua institusi kesenian tersebut
bersifat non-profit, merupakan institusi pendidikan swasta dan dikelola secara
mandiri dengan bantuan dana dari Departemen Pendidikan Singapura dalam bentuk
pendanaan di tingkat politeknik untuk program Diploma tertentu. Sebagai
tambahan, institusi tersebut juga menawarkan program sarjana offshore atau
program sarjana yang terakreditasi secara eksternal yang tidak didanai oleh
pemerintah. Sebagaimana halnya dengan institusi pendidikan publik lainnya di
Singapura, mereka terbebas dari program CaseTrust untuk Pendidikan. Terdapat
juga institusi-institusi pendidikan swasta lainnya yang menyediakan
program-program yang berkaitan dengan seni dan desain.
5. Sekolah Swasta Di Singapura,
beragam variasi sekolah swasta menawarkan berbagai jenis jurusan, yang menambah
keanekaragaman pandangan pendidikan antar bangsa. Ada lebih dari 300 sekolah
swasta komersial jurusan Teknologi Informasi, seni dan bahasa. Sekolah swasta
komersial dan sekolah khusus ini menawarkan jurusan yang banyak diminati siswa
lokal dan internasional.Sekolah-sekolah swasta menawarkan beragam jurusan dari
mulai sertifikat, diploma, sarjana, sampai dengan pasca sarjana. Melalui
hubungan kerjasama dengan universitas Internasional yang terkenal dari AS,
Inggris, Australia dan lainnya, sekolah-sekolah swasta ini menawarkan kepada
para siswa kesempatan untuk mendapatkan sertifikat internasional di lingkungan
yang dekat dan terjangkau.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.
Sistem pendidikan
Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap siswa memiliki bakat dan minat
yang unik. Singapura memakai pendekatan yang fleksibel untuk membantu
perkembangan potensi para siswa.
2.
Pada tahun 1992 Singapura mulai menekankan pemecahan
masalah di dalam kurikulumnya. Pemecahan masalah mataematika dipusatkan dalam
pembelajaran matematika yang di dalamnya menyangkut kemahiran,
kemampuan/keterampilan dalam menerapkan konsep-konsep matematika dalam berbagai
situasi masalah.
3.
Pemecahan masalah (problem
solving) sebagai tujuan utama pengembangan kurikulum pendidikan Singapura
bergantung pada 5 (lima) komponen yang saling terkait. Kelima komponen
tersebut, yaitu konsep (concept), keterampilan
(skills), proses (processes), sikap (attitudes), serta metakognisi (metacognition)
dan pemecahan masalah (problem solving).
4.
Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah (problem
solving) menjadi tujuan utama dalam pembelajaran matematika di Singapura.
Foong (2002) menyatakan bahwa dalam kurikulum matematika di Singapura kini,
kemampuan penyelesaian masalah merupakan tujuan dari proses belajar mengajar
matematika.
5.
Kurikulum pendidikan Singapura ternyata tidak
beda-beda dari kurikulum pendidikan
di Indonesia. Mereka juga punya ujian nasional atau UN bagi semua siswa setiap
akan melanjutkan pendidikan ke
jenjang berikutnya. Bedanya, jenjang pendidikan
di Singapura itu tidak rumit.
DAFTAR PUSTAKA
Clark,
Andi. 2009. Problem Solving in Singapore
Math. http://www.greatsource.com/singaporemath/pdf/MIFProblem Solving Profesional Paper pdf
Foong,
Pui Yee. 2002. Using Short Open-ended Mathematics Questions to Promote
Thinking and Understanding.
Singapore: National Institute of Education. http://www.math.unipa.it/~grim/ SiFoong.PDF
http//www.Kurikulum%20beberapa%20negara/pendidikan-di-singapura.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Education in Singapore
http://www.wisatasingapura.web.id
Ministry
of Education Singapore. 2006. Mathematics syllabus: Secondary. Singapore: Curriculum
Planning and Development Division.