BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Belajar pada
hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar
individu. Belajar juga dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada
tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Pembelajaran merupakan
suatu sistem, yang terdiri atas berbagai komponen, yaitu tujuan, materi,
metode, evaluasi. Keempat komponen tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam
mendesain pembelajaran agar dapat mempermudah proses belajar mengajar.
Desain
pembelajaran merupakan prilaku untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Menurut Joycev & Weil bahwa desain atau model pembelajaran
adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum
dan pembelajaran jangka panjang, merancang bahan bahan pembelajaran, dan
membimbing pembelajaran di kelas atau di luar kelas oleh guru dalam memilih
model pembelajaran yang sesuai dan efisien umtuk mencapai tujuan pembelajaran.
B. Rumusan
Masalah
Rumusan
masalah berdasarkan latar belakang di atas adalah apakah desain pembelajaran
itu? Apa saja yang menjadi komponen dasar pemikiran desain pembelajaran? Dan
apa saja model dari desain pembelajaran?
BAB II
PEMBAHASAN
KERANGKA DASAR DESAIN PEMBELAJARAN
A. Pengertian Desain Pembelajaran
Yang
dimaksud dengan desain disini adalah proses untuk menentukan kondisi belajar
dengan tujuan untuk menciptakan strategi pembelajaran. Kawasan desain bermula
dari gerakan psikologi pembelajaran, terutama diilhami dari pemikiran B.F.
Skinner (1954) tentang teori pembelajaran berprogram (programmed instructions).
Selanjutnya, pada tahun 1969 dari pemikiran Herbert Simon yang membahas tentang
preskriptif tentang desain turut memicu kajian tentang desain.
Kawasan
Desain paling tidak meliputi empat cakupan utama dari teori dan praktek, yaitu
: (1) Desain Sistem Pembelajaran; (2) Desain Pesan; (3) Strategi Pembelajaran;
(4) Karakteristik Pembelajar.[1]
Desain
pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai
disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses.
a. Sebagai
disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang
strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya.
b. Sebagai
ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi
pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan
fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai
mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas.
c. Sebagai
sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan
sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu
belajar.
d. Desain
pembelajaran sebagai proses. merupakan pengembangan sistematis tentang
spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori
belajar untuk menjamin mutu pembelajaran.
Desain
pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar
serta sistem penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan
bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta
pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.[2]
B. Kerangka Dasar Pemikiran Desain Pembelajaran.
Pada bagian
ini akan dipelajari tentang: Pengertian teori dan model; Teori dasar
behavioris, kognitif, dan konstruktif; Model pembelajaran; Taksonomi Bloom;
Perbaikan taksonomi Bloom;Model kondisi belajar Robert Gagne; serta Model
pemrosesan informasi
1. Pengertian Teori dan Model.
a.
Teori
Suatu teori
menyajikan penjelasan umum berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam jangka
lama, Suatu teori menjelaskan dan meramalkan perilaku,Suatu teori tidak
dibangun dalam keraguan. Suatu teori dapat dimodifikasi.
Kebanyakan
teori tidak dapat dibuang seluruhnya bila diuji kembali, tetapi teori dapat
diterima dalam waktu yang lama kemudian menjadi usang dan tidak dapat
dibuktikan kebenarannya sehingga tidak diterima lagi.
Menyimak
pengertian teori di atas, pemilihan teori yang digunakan dalam pembelajaran
perlu dilakukan secara cermat dan tepat. Penentuan teori dalam pembelajaran
sangat penting karena dapat mewujudkan keberhasilan yang lebih nyata.
Dalam desain
pembelajaran dikenal dasar teori meliputi teori behavioris, kognitif, dan
konstruktif.
b.
Model.
Sebuah model
merupakan gambaran mental yang membantu kita untuk menjelaskan sesuatu dengan
lebih jelas terhadap sesuatu yang tidak dapat dilihat atau tidak dialami secara
langsung (Dorin, Demmin, dan Gabel, 1990).
Model
menjelaskan keterkaitan berbagai komponen dalam suatu pola pemikiran yang
disajikan secara utuh. Model dapat membantu kita melihat kejelasan keterkaitan
secara lebih cepat, utuh, konsisten, dan menyeluruh. Dengan mencermati model
kita dapat membaca uraian tentang banyak hal dalam sebuah pola yang
mencerminkan alur pikir dan pola tindakan.
Teori
Dasar-Behavioris, Kognitif, dan Konstruktif Secara umum dikenal
teori-teori mendasar yang dapat digunakan dalam pembelajaran:
1) Behavioris.
Berdasarkan pada
perubahan perilaku. Behavioris menekankan pada pola perilaku baru yang
diulang-ulang sampai menjadi otomatis. Teori behavioris dalam belajar telah
dikenal sejak Aristoteles mengemukakan bahwa 'ingatan' selalu difokuskan pada
keterkaitan yang dibuat antara berbagai kejadian.
Ringkasan
dari teori behavioris yang dikemukakan Pavlov, Thomdike, Watson, dan Skinner
sebagai berikut:
· Menekankan
perhatian pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati setelah seseorang
diberi perlakuan.
· Perilaku
dapat dikuatkan atau dihentikan melalui ganjaran atau hukuman.
· Pengajaran
direncanakan dengan menyusun tujuan instruksional yang dapat diukur atau
diamati.
· Guru
tidak perlu tahu pengetahuan apa yang telah diketahui dan apa yang terjadi pada
proses berpikir seseorang.
2) Kognitif
Kognitif
merupakan teori yang, berdasarkan proses berpikir di belakang perilaku.
Peruhahan perilaku diamati dan digunakan sebagai indikator terhadap apa yang
terjadi dalam otak peserta didik.[3]
Pelopor
teori kognitif yang terkenal adalah Jean Piaget. Gagasan utama teori kognitif
adalah perwakilan mental. semua gagasan dan citraan (image) seseorag diwakili
dalam struktur mental yang disebut skema. Skema akan menentukan bagaimana data
dan informasi yang diterima akan dipahami seseorang . Jika informasi sesuai
dengan skema yang ada, maka peserta didik akan menyerap informasi tersebut ke
dalam skema ini. Seandainya tidak sesuai dengan skema yang ada, informasi akan
ditolak atau diubah, atau disesuaikan dengan skema, atau skema yang akan diubah
dan disesuaikan.
3) Konstruktivis
Bertitik
tolak dari teori kognitif maka lahirlah pandangan baru tentang teori belajar
yaitu konstruktif. Menurut para penganut konstruktif, pengetahuan dibina
secara aktif oleh seseorang yang berpikir. Seseorang tidak akan menyerap
pengetahuan dengan pasif. Untuk membangun suatu pengetahuan baru, peserta didik
akan menyesuaikan informasi baru atau pengetahuan yang disampaikan guru dengan
pengetahuan atau pengalaman yang telah dimilikinya melalui berinteraksi sosial
dengan peserta didik lain atau dengan gurunya.
Sedangkan
Merril (1991) dan Smorgansbord (1997) menyatakan beberapa hal tentang
konstruktif yaitu:
Pengetahuan dibangun
berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah ada sebelumnya.
Belajar merupakan proses
yang aktif di mana makna dikembangkan berdasarkan pengalaman.
Pengetahuan tumbuh karena
adanya perundingan (negosiasi) makna melalui berbagi informasi atau menyepakati
suatu pandangan dalam berinteraksi atau bekerja sama dengan orang lain.
Belajar harus disituasikan
dalam latar (setting) yang realistik, penilaian harus terintegrasi dengan tugas
dan bukan merupakan kegiatan yang terpisah.
Kesimpulan
dari yang diatas adalah:
Belajar
merupakan pembangunan pengetahuan berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang
telah ada sebelumnya.
Belajar
merupakan penafsiran seseorang tentang dunianya.
Belajar merupakan proses yang
aktif di mana pengetahuan dikembangkan berdasarkan pengalaman dan perundingan
(negosiasi) makna melalui berbagai informasi atau mencari kesepakatan dari
berbagai pandangan melalui interaksi atau kerja sama dengan orang lain.
Kekuatan dan
Kelemahan Teori Belajar.
Untuk
memahami bahwa ketiga teori yang dikemukakan di depan dapat saling melengkapi
serta menguatkan, dapat dipelajari kekuatan dan kelemahan masing-masing teori
sebagai berikut:
4) BEHAVIOR:
1) Peserta didik dapat berada dalam situasi di mana rangsangan (stimulus) dari
jawaban yang benar tidak tersedia.
Contoh: peserta didik harus membuang sampah pada tempatnya, tetapi tidak
tersedia tempat dan sistem pembuangan sampah.
2) Peserta didik difokuskan pada tujuan yang jelas sehingga dapat menanggapi
secara otomatis.
Contoh: peserta didik mampu menjelaskan sifat-sifat air, maka diharapkan
peseerta didik mampu menjawab pertanyaan tentang sifat air.
5) KOGNITIF:
a) Peserta didik belajar suatu cara menyelesaikan tugas, tetapi cara yang
dipilih belum tentu yang terbaik.
Contoh: peserta didik belajar cara menulis surat dengan cara yang
sama, perlu diperhatikan perbedaan selera dalam menulis surat.
b) Penerapan teori kognitif bertujuan untuk melatih peserta didik agar mampu
mengerjakan tugas dengan cara yang sama dan konsisten.
Contoh: cara belajar peserta didik berbeda-beda, mereka perlu
secara rutin dilatih untuk mencapai cara umum yang tepat.
6) KONSTRUKTIF:
Dalam
keadaan dimana kesepakatan sangat diutamakan, pemikiran dan tindakan terbuka
dapat menimbulkan masalah.
Contoh: mengikuti aturan sekolah tidak dapat ditawar dan didiskusikan agar
peraturannya dibuat berbeda bagi sekelompok peserta didik tertentu. Mungkin hal
itu merupakan gagasan yang konstruktif tetapi akan sulit untuk dilaksanakan
kelompok tertentu yang memerlukan layanan khusus.[4]
Peserta
didik diajak untuk memahami dan menafsirkan kenyataan dan pengalaman yang
berbeda, ia akan lebih mampu untuk mengatasi masalah dalam kehidupan nyata.[5]
Contoh: bila peserta didik dapat
menyelesaikan masalah dengan berbagai cara, peserta didik akan terlatih untuk
dapat menerapkannya dalam situasi yang berbeda atau baru..
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Desaian pembelajaran adalah proses untuk menentukan
kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi pembelajaran.
Pada hakikat dasar-dasar pemikiran desain pembelajaran adalaha teori dan model;
Teori dasar behavioris, kognitif, dan konstruktif; Model pembelajaran;
Taksonomi Bloom; Perbaikan taksonomi Bloom;Model kondisi belajar Robert Gagne;
serta Model pemrosesan informasi
DAFTAR PUSTAKA
Gulo, W. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Grasindo, 2002.
Firdaus. Undang-Undang Guru dan Dosen.
Jakarta: Departemen Agama RI, 2006.
Gafur, Abdul. Desain Pembelajaran: Konsep,
Model, dan Aplikasinya dalam Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran.
Yogyakarta: Ombak, 2012.
Harjanto. Perencanaan Pengajaran. Jakarta:
Rineka Cipta, 2008.
Riyanto, Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran.
Jakarta: Kencana, 2009.
Majid,
Abdul. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Penerbit Rosda Karya, 2011.
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul " Dasar-dasar
Pemikiran Desain Pembelajaran" dengan sebaik-baiknya. Sholawat serta salam
semoga selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah memuliakan
derajat kaum perempuan sejajar dengan kaum laki-laki (kesetaraan gender).
Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
syarat mengikuti mata kuliah. Dengan kerendahan hati semoga apa yang tertulis
dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu
kritik yang kontruktif sangat diharapkan dari para sahabat dan sahabati demi
terciptanya suatu pembangunan peradaban Islam.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................ 1
B.
Rumusan Masalah....................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN II
A. Pengertian Desain Pembelajaran........................................... 2
B.
Kerangka Dasar Pemikiran Desain
Pembelajaran.................. 3
BAB III PENUTUP..............................................................................
Kesimpulan ............................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA
Dasar – Dasar Pemikiran Desain Pembelajaran
[1] Gulo,
W. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Grasindo, 2002.
[2] Firdaus. Undang-Undang
Guru dan Dosen. Jakarta: Departemen Agama RI, 2006.
[3] Gafur,
Abdul. Desain Pembelajaran: Konsep, Model, dan Aplikasinya dalam
Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran. Yogyakarta: Ombak, 2012.
[4] Majid,
Abdul. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Penerbit Rosda Karya, 2011.
[5] Harjanto. Perencanaan
Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Riyanto, Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran.
Jakarta: Kencana, 2009.