Kamis, 26 Mei 2022

Dasar-Dasar Pemikiran Desain Pembelajaran

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

       Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar juga dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri atas berbagai komponen, yaitu tujuan, materi, metode, evaluasi. Keempat komponen tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam mendesain pembelajaran agar dapat mempermudah proses belajar mengajar.

       Desain pembelajaran merupakan prilaku untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Menurut Joycev & Weil bahwa desain atau model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum dan pembelajaran jangka panjang, merancang bahan bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau di luar kelas oleh guru dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien umtuk mencapai tujuan pembelajaran.

B. Rumusan Masalah

       Rumusan masalah berdasarkan latar belakang di atas adalah apakah desain pembelajaran itu? Apa saja yang menjadi komponen dasar pemikiran desain pembelajaran? Dan apa saja model dari desain pembelajaran?

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

KERANGKA DASAR DESAIN PEMBELAJARAN

A. Pengertian Desain Pembelajaran

Yang dimaksud dengan desain disini adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi pembelajaran. Kawasan desain bermula dari gerakan psikologi pembelajaran, terutama diilhami dari pemikiran B.F. Skinner (1954) tentang teori pembelajaran berprogram (programmed instructions). Selanjutnya, pada tahun 1969 dari pemikiran Herbert Simon yang membahas tentang preskriptif tentang desain turut memicu kajian tentang desain.

Kawasan Desain paling tidak meliputi empat cakupan utama dari teori dan praktek, yaitu : (1) Desain Sistem Pembelajaran; (2) Desain Pesan; (3) Strategi Pembelajaran; (4) Karakteristik Pembelajar.[1]

Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses.

a. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya.

b. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas.

c. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar.

d. Desain pembelajaran sebagai proses. merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran.

Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.[2]

 

B. Kerangka Dasar Pemikiran Desain Pembelajaran.

Pada bagian ini akan dipelajari tentang: Pengertian teori dan model; Teori dasar behavioris, kognitif, dan konstruktif; Model pembelajaran; Taksonomi Bloom; Perbaikan taksonomi Bloom;Model kondisi belajar Robert Gagne; serta Model pemrosesan informasi

1.      Pengertian Teori dan Model.

a.      Teori

Suatu teori menyajikan penjelasan umum berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam jangka lama, Suatu teori menjelaskan dan meramalkan perilaku,Suatu teori tidak dibangun dalam keraguan. Suatu teori dapat dimodifikasi.

Kebanyakan teori tidak dapat dibuang seluruhnya bila diuji kembali, tetapi teori dapat diterima dalam waktu yang lama kemudian menjadi usang dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya sehingga tidak diterima lagi.

Menyimak pengertian teori di atas, pemilihan teori yang digunakan dalam pembelajaran perlu dilakukan secara cermat dan tepat. Penentuan teori dalam pembelajaran sangat penting karena dapat mewujudkan keberhasilan yang lebih nyata.

Dalam desain pembelajaran dikenal dasar teori meliputi teori behavioris, kognitif, dan konstruktif.

b.      Model.

Sebuah model merupakan gambaran mental yang membantu kita untuk menjelaskan sesuatu dengan lebih jelas terhadap sesuatu yang tidak dapat dilihat atau tidak dialami secara langsung (Dorin, Demmin, dan Gabel, 1990).

Model menjelaskan keterkaitan berbagai komponen dalam suatu pola pemikiran yang disajikan secara utuh. Model dapat membantu kita melihat kejelasan keterkaitan secara lebih cepat, utuh, konsisten, dan menyeluruh. Dengan mencermati model kita dapat membaca uraian tentang banyak hal dalam sebuah pola yang mencerminkan alur pikir dan pola tindakan.

Teori Dasar-Behavioris, Kognitif, dan Konstruktif Secara umum dikenal teori-teori mendasar yang dapat digunakan dalam pembelajaran:

1)      Behavioris.

Berdasarkan pada perubahan perilaku. Behavioris menekankan pada pola perilaku baru yang diulang-ulang sampai menjadi otomatis. Teori behavioris dalam belajar telah dikenal sejak Aristoteles mengemukakan bahwa 'ingatan' selalu difokuskan pada keterkaitan yang dibuat antara berbagai kejadian.

Ringkasan dari teori behavioris yang dikemukakan Pavlov, Thomdike, Watson, dan Skinner sebagai berikut:

· Menekankan perhatian pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati setelah seseorang diberi perlakuan.

· Perilaku dapat dikuatkan atau dihentikan melalui ganjaran atau hukuman.

· Pengajaran direncanakan dengan menyusun tujuan instruksional yang dapat diukur atau diamati.

· Guru tidak perlu tahu pengetahuan apa yang telah diketahui dan apa yang terjadi pada proses berpikir seseorang.

2)      Kognitif

Kognitif merupakan teori yang, berdasarkan proses berpikir di belakang perilaku. Peruhahan perilaku diamati dan digunakan sebagai indikator terhadap apa yang terjadi dalam otak peserta didik.[3]

Pelopor teori kognitif yang terkenal adalah Jean Piaget. Gagasan utama teori kognitif adalah perwakilan mental. semua gagasan dan citraan (image) seseorag diwakili dalam struktur mental yang disebut skema. Skema akan menentukan bagaimana data dan informasi yang diterima akan dipahami seseorang . Jika informasi sesuai dengan skema yang ada, maka peserta didik akan menyerap informasi tersebut ke dalam skema ini. Seandainya tidak sesuai dengan skema yang ada, informasi akan ditolak atau diubah, atau disesuaikan dengan skema, atau skema yang akan diubah dan disesuaikan.

3)      Konstruktivis

Bertitik tolak dari teori kognitif maka lahirlah pandangan baru tentang teori belajar yaitu konstruktif. Menurut para penganut konstruktif, penge­tahuan dibina secara aktif oleh seseorang yang berpikir. Seseorang tidak akan menyerap pengetahuan dengan pasif. Untuk membangun suatu pengetahuan baru, peserta didik akan menyesuaikan informasi baru atau pengetahuan yang disampaikan guru dengan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimilikinya melalui berinteraksi sosial dengan peserta didik lain atau dengan gurunya.

Sedangkan Merril (1991) dan Smorgansbord (1997) menyatakan beberapa hal tentang konstruktif yaitu:

 Pengetahuan dibangun berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah ada sebelumnya.

 Belajar merupakan proses yang aktif di mana makna dikembangkan berdasarkan pengalaman.

 Pengetahuan tumbuh karena adanya perundingan (negosiasi) makna melalui berbagi informasi atau menyepakati suatu pandangan dalam berinteraksi atau bekerja sama dengan orang lain.

 Belajar harus disituasikan dalam latar (setting) yang realistik, penilaian harus terintegrasi dengan tugas dan bukan merupakan kegiatan yang terpisah.

Kesimpulan dari yang diatas adalah:

Belajar merupakan pembangunan pengetahuan berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah ada sebelumnya.

    Belajar merupakan penafsiran seseorang tentang dunianya.

*      Belajar merupakan proses yang aktif di mana pengetahuan dikembangkan berdasarkan pengalaman dan perundingan (negosiasi) makna melalui berbagai informasi atau mencari kesepakatan dari berbagai pandangan melalui interaksi atau kerja sama dengan orang lain.

Kekuatan dan Kelemahan Teori Belajar.

Untuk memahami bahwa ketiga teori yang dikemukakan di depan dapat saling melengkapi serta menguatkan, dapat dipelajari kekuatan dan kelemahan masing-masing teori sebagai berikut:

4)      BEHAVIOR:

1)      Peserta didik dapat berada dalam situasi di mana rangsangan (stimulus) dari jawaban yang benar tidak tersedia.
Contoh: peserta didik harus membuang sampah pada tempatnya, tetapi tidak tersedia tempat dan sistem pembuangan sampah.

2)      Peserta didik difokuskan pada tujuan yang jelas sehingga dapat menanggapi secara otomatis.
Contoh: peserta didik mampu menjelaskan sifat-sifat air, maka diharapkan peseerta didik mampu menjawab pertanyaan tentang sifat air.

 

5)      KOGNITIF:

a)      Peserta didik belajar suatu cara menyelesaikan tugas, tetapi cara yang dipilih belum tentu yang terbaik.
Contoh: peserta didik belajar cara menulis surat dengan cara yang sama, perlu diperhatikan perbedaan selera dalam menulis surat.

b)      Penerapan teori kognitif bertujuan untuk melatih peserta didik agar mampu mengerjakan tugas dengan cara yang sama dan konsisten.
Contoh: cara belajar peserta didik berbeda-beda, mereka perlu secara rutin dilatih untuk mencapai cara umum yang tepat.

6) KONSTRUKTIF:

Dalam keadaan dimana kesepakatan sangat diutamakan, pemikiran dan tindakan terbuka dapat menimbulkan masalah.
Contoh: mengikuti aturan sekolah tidak dapat ditawar dan didiskusikan agar peraturannya dibuat berbeda bagi sekelompok peserta didik tertentu. Mungkin hal itu merupakan gagasan yang konstruktif tetapi akan sulit untuk dilaksanakan kelompok tertentu yang memerlukan layanan khusus.[4]

Peserta didik diajak untuk memahami dan menafsirkan kenyataan dan pengalaman yang berbeda, ia akan lebih mampu untuk mengatasi masalah dalam kehidupan nyata.[5]

Contoh: bila peserta didik dapat menyelesaikan masalah dengan berbagai cara, peserta didik akan terlatih untuk dapat menerapkannya dalam situasi yang berbeda atau baru..

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

 

Desaian pembelajaran adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi pembelajaran.

Pada hakikat dasar-dasar pemikiran  desain pembelajaran adalaha teori dan model; Teori dasar behavioris, kognitif, dan konstruktif; Model pembelajaran; Taksonomi Bloom; Perbaikan taksonomi Bloom;Model kondisi belajar Robert Gagne; serta Model pemrosesan informasi

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Gulo, W. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Grasindo, 2002.

Firdaus. Undang-Undang Guru dan Dosen. Jakarta: Departemen Agama RI, 2006.

Gafur, Abdul. Desain Pembelajaran: Konsep, Model, dan Aplikasinya dalam Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran. Yogyakarta: Ombak, 2012.

Harjanto. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Riyanto, Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2009.

Majid, Abdul. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Penerbit Rosda Karya, 2011.


 

KATA PENGANTAR

 

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul " Dasar-dasar Pemikiran Desain Pembelajaran" dengan sebaik-baiknya. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah memuliakan derajat kaum perempuan sejajar dengan kaum laki-laki (kesetaraan gender).

Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti mata kuliah. Dengan kerendahan hati semoga apa yang tertulis dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik yang kontruktif sangat diharapkan dari para sahabat dan sahabati demi terciptanya suatu pembangunan peradaban Islam.

 

 


 

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR.........................................................................        i

DAFTAR ISI.........................................................................................        ii

 

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................        1

A.    Latar Belakang............................................................................        1

B.     Rumusan Masalah.......................................................................        1

                       

BAB II PEMBAHASAN II

A.    Pengertian Desain Pembelajaran...........................................        2

B.     Kerangka Dasar Pemikiran Desain Pembelajaran..................        3

 

BAB III PENUTUP..............................................................................       

Kesimpulan .............................................................................................        8

 

DAFTAR PUSTAKA

 


 

 

Dasar – Dasar Pemikiran Desain Pembelajaran

 



 


 

 



[1] Gulo, W. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Grasindo, 2002.

 

[2] Firdaus. Undang-Undang Guru dan Dosen. Jakarta: Departemen Agama RI, 2006.

 

[3] Gafur, Abdul. Desain Pembelajaran: Konsep, Model, dan Aplikasinya dalam Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran. Yogyakarta: Ombak, 2012.

 

[4] Majid, Abdul. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Penerbit Rosda Karya, 2011.

[5] Harjanto. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Riyanto, Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2009.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

makalah aspek manajemen organisasi

makalah aspek manajemen organisasi  BAB I PENDAHULUAN   Manajemen secara umum diartikan sebagai ‘pengaturan’, artinya manajemen adalah...