menyusuna laporan keuangan
BAB I
PENDAHULUAN
Laporan
keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK memberikan fleksibilitas bagi manajemen dalam
memilih metode maupun estimasi akuntansi
yang dapat digunakan.
Wardhani
menyatakan fleksibilitas tersebut akan
mempengaruhi perilaku manajer dalam melakukan pencatatan akuntansi dan
pelaporan transaksi keuangan perusahaan.
Kebebasan dalam memilih metode
ini, dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan laporan keuangan yang berbeda-beda
di setiap perusahaan. Karena aktivitas perusahaan yang dilingkupi dengan
ketidakpastian maka penerapan prinsip konservatisme menjadi salah satu
pertimbangan perusahaan dalam kaitannya dengan akuntansi dan laporan
keuangannya. Konsep ini mengakui biaya dan rugi lebih cepat, mengakui
pendapatan dan untung lebih lambat, menilai aktiva dengan nilai yang terendah,
dan kewajiban dengan nilai yang tertinggi.
Konservatisme
merupakan prinsip akuntansi yang jika diterapkan akan menghasilkan angka-angka
pendapatan dan aset cenderung rendah, serta angka-angka biaya cenderung tinggi.
Akibatnya, laporan keuangan akan menghasilkan laba yang terlalu rendah
(understatement). Kecenderungan seperti itu terjadi karena konservatisme
menganut prinsip memperlambat pengakuan pendapatan serta mempercepat pengakuan
biaya. Secara tradisional, konservatisme dalam
akuntansi dapat diterjemahkan melalui pernyataan tidak mengantisipasin keuntungan,
tetapi megantisipasi semua kerugian.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Laporan Keuangan
1.
Pengertian
Laporan Keuangan menurut Standar Akuntansi
“Laporan
keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang
lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat
disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus KAS, atau
laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang
berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan
geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga[1]
2.
Pengertian
Laporan Keuangan Menurut Para Ahli
a.
Drs. S.Munawir
Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi
yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau
aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data
atau aktivitas perusahaan tersebut.
b.
Drs. Djarwanto P.S
Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi yang dapat digunakan
sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan
kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.
c.
Bambang Riyanto
“Laporan keuangan memberikan
ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan, dimana neraca (balance
sheet) mencerminkan nilai aktiva, hutang dan modal sendiri pada suatu saat
tertentu, dan laporan rugi laba (income statement) mencerminkan hasil-hasil
yang dicapai selama satu periode tertentu, biasanya meliputi periode satu
tahun.” [2]
B.
Pemakai Informasi
Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan dapat dipandang
sebagai suatu seni dan ilmu dalam memeriksa komponen-komponen ungkapan moneter
perusahaan, yang disebut sebagai laporan keuangan. Orang-orang membentuk
pendapat tentang hal-hal yang dilakukan dimasa lalu, masa kini, dan masa datang
suatu perusahaan berdasarkan analisis yang mereka lakukan. Kepercayaan yang
diperoleh ini yang akan menjadi dasar pedoman tindakan di perusahaan. [3]
Terdapat enam kelompok pemakai laporan
keuangan yaitu inverstor pasar modal, pemberi kredit, manajer perusahaan,
auditor eksternal dan internal, regulator, dan pegawai perusahaan.
1.
Investor pasar modal
Orang-orang yang berinvestasi di pasar modal
adalah orang yang berani menanggung resiko. Sebagai pemilik perusahaan,
kekayaan mereka bertambah seiring dengan semakin bertambahnya kekayaan
perusahaan, dan berkurang ketika kekayaan perusahaan berkurang.
2.
Pemberi Kredit
Para kreditor menganalisis laporan keuangan
untuk menetapkan profitabilitas atas pembayaran pokok maupun bunga pinjaman
yang telah diberikan. Mereka memberikan pinjaman baik dalam jangkan pendek
maupun jangka panjang.[4]
3.
Manajer Perusahaan
Para manajer adalah profesional bisnis yang
mengoperasikan perusahaan untuk kepentingan pemilik. Sebagai pihak yang bekerja
dalam suatu perusahaan, tugas mereka adalah memaksimalkan harga saham
perusahaan melalui penggunaan produktif aktiva yang dimiliki perusahaan.
4.
Auditor Internal dan Eksternal
Internal auditor mengetahui operasi
perusahaan, dan eksternal auditor memberikan pendapat tentang kewajaran laporan
keuangan suatu entitas. Auditor-auditor dipekerjakan oleh suatu entitas
memberikan keyakinan kepatuhan dengan kebijakan perusahaan, mengukur kinerja
dan memberi rekomendasi perbaikan operasi.[5]
5.
Regulator
Berbagai lembaga pemerintahan menganalisis laporan
keuangan sebagai bagian tugas regulatori mereka. Salah satunya Badan Pengawas
Pasar Modal (BAPEPAM), mengatur pasar modal di Indonesia. Badan ini
berkewajiban untuk memperoleh keyakinan investor dan kreditor mendapatkan
ungkapan tentang aktifitas perusahaan secara penuh dan wajar.[6]
6.
Pegawai Perusahaan
Sebagai salah satu pemakai kelompok laporan
keuangan, pegawai menganalisis manfaat dari keakuratan dan kebenaran atas kinerja
yang dihasilkan perusahaan.
C.
Tujuan Laporan
Keuangan
Menurut APB Statement No. 4 laporan
keuangan memiliki tujuan secara umum sebagai berikut:
1.
Memberikan
informasi yang terpercaya tentang sumberdaya ekonomi dan kewajiban perusahaan.
2.
Memberikan
informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari
kegiatan usaha dalam mencari laba.
3.
Memungkinkan
untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
4.
Memberikan
informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan aktiva dan kewajiban, dan
5.
Mengungkapkan
informasi releva lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.[7]
D.
Standar
Laporan Keuangan
Pelaporan keuangan dalam akuntansi biasanya
didasarkan pada peraturan ataupun standar yang berlaku, missal untuk
1.
Akuntansi komersial memakai Pernyataan
Standar Akuntansi ( PSAK ),
2.
Organisasi nirlaba berpedoman dengan PSAK NO.
45, dan
3.
Akuntansi sector public yang berpedoman pada
PSAP.[8]
E. Prosedur Analisis Keuangan
Menurut Bernstein (1983 : 3) analisis laporan keuangan mencangkup penerapan
metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat
dari laporan itu ukuruan-ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam
proses pengambilan keputusan.
Dari pengertian tersebut dapat kita ketahui prosedur dalam analisis laporan
keuangan :
1.
Input : Laporan keuangan dan data lainnya
2.
Metode dan teknik analisis laporan keuangan
3.
Output : Informasi yang berguna bagi pengambilan Keputusan.
Prosedur analisis meliputi tahapan sebagai berikut :
a.
Review Data Laporan Keuangan
b.
Menghitung
c.
Membandingkan/Mengukur
d.
Menginterpretasi
e.
Solusi[9]
F. Metode dan Teknik Analisis Laporan
Keuangan
Analisa laporan keuangan adalah suatu kegiatan penilaian, penelaahan atas
laopran keuangan perusahaandengan mendasarkan kepada beberapa metode dan teknik
penganalisaaannya sehingga mereka yang berkepentingan terhadap perusahaan dapat
melakukan evaluasi dan tindakan lebih lanjut pada perusahaan tersebut. Terdapat
beberapa teknik analisis yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan
sebagai berikut :
1.
Analisa perbandingan adalah metode dan teknik analisa
dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih.
Dengan menunjukkan :
a.
data absolut (jumlah dalam rupiah);
b.
kenaikan dan penurunan dalam jumlah rupiah;
c.
kenaikan dan penurunan dalam persen;
d.
perbandingan yang dinyatakan dalam ratio;
e.
persentase dari total.[10]
2.
Analisa perubahan modal kerja
3.
Analisa trend dari ratio unsur-unsur neraca dan
data operasi yang ada kaitannya.
4.
Analisa persentase per komponen dari neraca dan
laporan laba-rugi.
5.
ratio yang memperlihatkan hubungan beberapa unsur
neraca, laporan laba-rugi, dan kedua laporan keuangan tersebut.
6.
Analisa perbandingan dengan ratio industri.
7.
Analisa perubahan pendapatan netto atau analisa perubahan
laba bruto.
8.
Analisa titik impas atau analisa break-even point.
G. Syarat-syarat Laporan
Keuangan
Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi didalam membuat Laporan Keuangan
1.
Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan
harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil
keputusan.
2.
Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan
yang disusun berdasarkan secara jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya.
3.
Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang
disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansidan prinsip-prinsip akuntansi
yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
4.
Netral artinya bahwa laporan keuangan yang
disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai
tertentu.
5.
Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus
di sajikan tepat pada waktunya[11]
6.
Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan
keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu
dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan perusahaan
lain pada tahun yang sama
7.
Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-syarat
tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca[12].
H. Keterbatasan Laporan Keuangan
Laporan keuangan memiliki beberapa
keterbatasan, berikut beberapa keterbatasan laporan keuangan :
Dalam prinsip-prinsip akuntansi indonesia atau Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI) secara terperinci menjelaskan tentang sifat dan keterbatasan laporan
keuangan yaitu :[13]
1.
Laporan keuangan bersifat historis
2.
Laporan keuangan bersifat umum
3.
Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan
berbagai pertimbangan.
4.
Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material
5.
Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian
6.
Laporan keuangan lebih menekankan kepada makna ekonomis suatu peristiwa
atau transaksi daripada bentuk hukumnya.[14]
7.
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknik
8.
Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan
menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat
kesuksesan antara perusahaan.
9.
Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat
dikuantifikasikan umumnya diabaikan
10.
Laporan keuangan dibuat antara waktu tertentu (intern report) dan bukan
merupakan laporan final.[15]
11.
Adanya beberapa standar nilai yang bergabung. Beberapa aktiva, biasanya
aktiva tetap dilaporkan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi
pengahapusannya, karena nilai aktiva itu dalam laporan keuangan akan tercantum
sebesar nilai bukunya.
12.
Adanya pengaruh daya beli uang berubah.
13.
Adanya faktor yang tidak dapat dinyatakan dengan uang.[16]
I.
Unsur-unsur
Laporan Keuangan
Dalam SFAC No. 6, FASB telah mendefinisikan 10 unsur laporan
keuangan yang berhubungan langsung dengan posisi keuangan dan hasil kinerja
perusahaan. Unsur-unsur inilah yang nantinya akan membentuk struktur sebuah
laporan keuangan.[17]
Berikut adalah
definisi dari masing-msasing kesepuluh unsur laporan keuangan sebagaimana yang
telah dirumuskan oleh FASB dalam SFAC No. 6:
1.
Aktiva
Aktia adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan, yang
diperoleh atau dikendalikan oleh entitas sebagai hasil dari transaksi atau
peristiwa di masa lalu.
2.
Kewajiban
Kewajiban adalah pengorbanan atas manfaat ekonomi yang mungkin
terjadi di masa depan, yang timbul dari kewajiban entitas pada saat ini, untuk
menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lainnya di masa depan
sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lalu.
3.
Ekuitas
Ekuitas adalah
kepemilikan atau kepentingan residu dalam aktiva entitas, yang masih tersisa
setelah dikurangi dengan kewajibannya.
4.
Investasi oleh
pemilik
Investasi oleh pemilik adalah kenaikan ekuitas (aktiva bersih) entitas yang dihasilkan dari penyerahan
sesuatu yang bernilai oleh entitas lain untuk memperoleh atau meningkatkan
bagian kepemilikannya[18]
5.
Distribusi
kepada pemilik
Distribusi kepada
pemilik adalah penurunan ekuitas (aktiva bersih) entitas yang
disebabkan oleh penyerahan aktiva, jasa, atau terjadinya kewajiban entitas
kepada pemilik. [19]
6.
Laba
Komprehensif
Laba Komprehensif adalah perubahan dalam ekuitas entitas sepanjang suatu
periode sebagai akibat dar transaksi dan peristiwa serta keadaan-keadaan
lainnya yang bukan bersumber dari pemilik.
7.
Pendapatan
Pendapatan adalah arus kas masuk aktiva atau peningkatan lainnya
atas aktiva atau penyelesaian kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya)
dari pengiriman barang, pemberian jasa,
8.
Beban
Beban adalah arus kas keluar aktiva atau penggunaan lainnya
atas aktiva atau tejadinya (munculnya)kewajiban entitas (atau kombinasi dari
keduanya) yang disebabkan oleh pengiriman atau pembuatan barang, pemberian jasa.
9.
Keuntungan
Keuntungan adalah kenaikan
dalam ekuitas (aktiva bersih) entitas yang ditimbulkan oleh transaksi feriferal
(transaksi diluar operasi utama atau operasi sentral perusahaan) atau transaksi
incidental (transaksi yang kejadiannya jarang) dan dari seluruh transaksi lainnya
serta pristiwa maupun keadaan lainnya yang mempengaruhi entitas.[20]
10. Kerugian
Kerugian adalah penurunan dalam ekuitas (aktiva bersih) entitas
yang ditimbulkan oleh transaksi feriferal (transaksi diluar operasi utama atau
operasi sentral perusahaan) atau transaksi incidental (transaksi yang
kejadiannya jarang) dan dari seluruh transaksi lainnya serta pristiwa maupun
keadaan lainnya yang mempengaruhi entitas, tidak termasuk yang berasal dari
beban atau distribusi kepada pemilik.[21]
J.
Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan
keuangan. Laporan keuangan yang biasanya disajikan pada perusahaan dagang meliputi
neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai
cara seperti misal, sebagai laporan arus KAS, atau laporan arus dana), catatan
juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan
tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta
pengungkapan pengaruh perubahan harga. [22]
K.
Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan
Dagang
1.
Neraca (
Balance Sheet)
Laporan neraca atau daftar
neraca disebut juga laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan ini
menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan modal pada saat tertentu. Laporan
ini bisa disusun setiap saaat dan merupakan opname situasi posisi keuangan pada
saat itu. [23]
Komponen Neraca Perusahaan Dagang
Neraca terdiri dari kelompok akun riil atau akun nyata,
yang terdiri dari:
2.
Asset/ Aktiva (Harta)
Asset adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan, baik yang berwujud
maupun tidak berwujud, yang dapat dinilai dengan uang dan dapat digunakan dalam
operasi perusahan.
Asset/ Harta terdiri dari:[24]
a.
Harta Lancar ( Current Assets), adalah harta yang diharapkan dapat dicairkan
tidak lebih dari satu tahun/ satu siklus akuntansi. Harta Lancar terdiri dari:
1)
Kas (cash)
2)
Surat Berharga
3)
Piutang Dagang (Account Receivable)
4)
Piutang Wesel (Notes Receivable)
5)
Perlengkapan (Supllies0
6)
Persediaan Barang Dagangan (
Merchandise Inventory)
b.
Harta Tetap Berwujud ( Fixed Assets), adalah kekayaan yang dimiliki
perusahaan yang pemakainnya lebih dari satu tahun, digunakan untuk oersai
peusahaan dan bukan untuk di jual. Harta tetap berhujud terdiri dari:
1)
Tanah
2)
Gedung/ Bangunan
3)
Mesin
4)
Peralatan Toko dan Peralatan Kantor
5)
Kendaraan
c.
Harta
Tetap tidak berwujud ( Intengible Fixed Assets), adalah hak istimewa yang dimiliki perusahaan
dan memiliki nilai tetapi tidak memiliki bentuk fisik. Harta tetap
tak berhujud terdiri dari:
1)
Goodwill ( Nama Baik)
2)
Hak Paten
3)
Hak Cipta
4)
Merek Dagang
5)
Hak Sewa[25]
3.
Utang/ Kewajiban ( Liabilities)
Utang adalah keharusan
membayar kepada pihak lain yang disebabkan adanya transaksi pembelian barang
secara kredit. Berdasarkan jangka waktu pelunasannya utang dikelompokkan
menjadi:
a.
Utang
Lancar ( Current Liabilities), adalah utang
yang harus dilunasi kurang dari satu tahun. Utang lancar terdiri dari:
1)
Utang Dagang ( Acoount Payable)
2)
Utang Wesel ( Notes Payable)
3)
Utang Pendapatan/ Pendapatan
Diterima Dimuka[26]
4)
Utang Beban/ Beban Yang Masih Harus
Dibayar
b.
Utang
Jangka Panjang ( Long Terms Liabilities), adalah utang yang waktu
pelunasanya lebih dari satu tahun. Utang jangka panjang terdiri dari:
1)
Utang Hipotek
2)
Utang Obligasi
3)
Kredit Investasi
4.
Modal / Ekutas
(Equity), adalah hak
kepemilikan atas harta perusaaan yang merupakan kekayaan bersih, atu selisih
harta dan utang.[27]
L.
Bentuk
Laporan Neraca/ Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Dagang
1.
Bentuk
Akun/ Skontro
Dalam bentuk ini sisi
aktiva dan pasiva disusun bersebelahan, bentuk ini mempunyai dua sisi, yaitu
sisi debit untuk merunci aktiva dan sisi kredit untuk merinci kewajiban dan
ekuitas.
2.
Bentuk
Laporan
Dalam Bentuk ini aktiva,
kewajiban, dan ekuitas disusun dari atas ke bawah aktiva dibuat terlebih dahulu
di atas kemudian kewajiban dan ekuitas di bawahnya.[28]
M. Sumber Penyusunan Neraca
Laporan
Neraca atau Laporan Posisi Keuangan disusun dari neraca lajur atau kertas kerja
lajur neraca dengan ketentuan sebagai berikut:
1.
Untuk aktiva
berada di lajur Neraca sebelah debet
2.
Untuk
kewajiban datanya di lajur Neraca sebelah kredit.
3.
Untuk modal
diambil dari modal akhir hasil laporan perubahan modal.[29]
a.
Laporan
Laba Rugi
Laporan laba / rugi
adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai aktivitas operasional
perusahaan dengan memperhitungkan pendapatan dan beban-beban selama satu
periode yang kemudian dapat ditentukan laba atau rugi.[30]
N.
Pendekatan
untuk mencatat transaksi perusahaan
1.
Pendekatan
Dasar Tunai ( Cash Basis)
Suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan
mengakui beban saat mengeluarkan uang tunai.
Metode ini cocok untuk perusahaan
dengan skala kecil karena metode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rugi
pada periode tertentu.
2.
Pendekatan
Dasar Waktu ( Accrual Basis)
Suatu sistem
yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau
belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi
walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai.
Metode ini sangat tepat untuk
perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba rugi
akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu. Dalam buku
ini pembahasan ditekankan pada metode dasar waktu (accrual basis).[31]
O.
Laporan
Perubahan Modal (Ekuitas)
Laporan perubahan ekuitas yaitu
laporan keuangan yang menunjukan perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan
perubahan ekuitas terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo setelah
disesuaikan di tambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan
pengambilan prive.
Laporan
perubahan modal hanya lazim berlaku dibuat pada perusahaan perseorangan,
persekutuan atau firma, dan CV. Sementara itu, untuk perusahaan berbentuk
perseroan terbatas (PT) istilah untuk laporan perubahan modal adalah laporan
laba ditahan (returned earning statement).[32]
P.
Komponen
Laporan Perubahan Modal
Komponen akun dalam laporan
perubahan ekuitas adalah:
1.
Modal awal
Modal awal berasal dari investasi awal ataupun penambahan investasi.
2.
Laba atau rugi
Laba perusahaan akan menambah modal perusahaan, sedangkan rugi akan
mengurangi modal perusahaan.[33]
3.
Penarikan (prive)
Apabila sebagian laba diambil oleh pemilik untuk kepentingannya sendiri di
luar kepentingan perusahaan, maka kejadian ini akan mengurangi modal pemilik.
Jika bentuk perusahaan adalah perseorangan atau firma maka penarikan
disebut Prive dan jika
berbentuk perseroan (PT) penarikan disebut Dividen.
Apabila laba lebih besar dari pada penarikan maka akan ada kenaikan modal,
sebaliknya jika laba lebih kecil dari penarikan maka akan terjadi penurunan
modal.
4.
Modal akhir
Modal akhir adalah saldo modal awal ditambah laba rugi dikurangi penarikan.[34]
BAB III
KESIMPULAN
Laporan keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban keuangan bagi perusahaan.
Analisa laporan keuangan perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui
tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat resiko (atau tingkat kesehatan)
suatu perusahaan.
Pada dasarnya laporan keuangan perusahan dagang dan laporan keuangan
perusahaan jasa tidaklah jauh berbeda, perbedaan antara keduanya hanya jelas
menonjol pada komponen laporan laba rugi dan setikit pada komponen penyusun
neraca
Informasi dalam laporan
keuanagn digunakan oleh pihak internal perusahan dan eksternal untuk melakukan
pertimbangan sebelum penagmbilan keputusan.
DAFTAR PUSTAKA
Baridwan, Zaki
2004. Intermediate Accounting (Edisi 8). Yogyakarta: BPFE Yogyakarta,
Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.
Dwi Harti, 2012. Modul
Akuntansi 1A. Jakarta: Erlangga
Hery, SE, M.Si,
2009. Teori Akuntansi (Edisi Pertama). Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
Hery, SE, M.Si,
2012. Mengenal dan Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta: CAPS (Center
for Academic Publishing Service).
Moelyati, Sucipto Toto, Sumardi, 2007. Siklus Akuntansi
Perusahaan Dagang. Jakarta: Yudistira
S. Alam, MM, 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII.
Penerbit Erlangga.
[1] Zaki Baridwan, 2004. Intermediate Accounting
(Edisi 8). Yogyakarta: BPFE Yogyakarta, Fakultas Ekonomi Universitas Gajah
Mada., hal, 11
[2] Ibid., hal., 15
[3] Ibid., hal., 18
[4] Dwi
Harti, 2012. Modul
Akuntansi 1A. Jakarta: Erlangga., hal, 22
[5] Ibid., hal., 24
[6] Zaki Baridwan., Op.,Cit., hal 22
[7] Ibid., hal., 24
[8] Dwi
Harti., Op.,Cit., hal 28
[9] Hery, SE, M.Si, 2009. Teori Akuntansi (Edisi
Pertama). Jakarta: Kencana Prenada Media Group., hal, 12
[10] Ibid., hal., 16
[11] Ibid., hal., 17
[12] Zaki Baridwan., Op.,Cit., hal 28
[13] Ibid., hal., 30
[14] Dwi
Harti., Op.,Cit., hal 30
[15] Ibid., hal., 33
[16] S.
Alam, MM, 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Penerbit Erlangga., hal, 20
[17] Ibid., hal., 21
[18] Ibid., hal., 24
[19] Dwi
Harti., Op.,Cit., hal 35
[20] Ibid., hal., 38
[21] Ibid., hal., 40
[22] Zaki Baridwan., Op.,Cit., hal 33
[23] Ibid., hal., 34
[24] Sumardi
Moelyati Sucipto Toto, 2007. Siklus Akuntansi
Perusahaan Dagang. Jakarta: Yudistira., hal, 12
[25] Ibid., hal., 14
[26] Dwi
Harti., Op.,Cit., hal 44
[27] Ibid., hal., 46
[28] Ibid., hal., 47
[29] Sumardi
Moelyati Sucipto Toto., Op.,Cit., hal 14
[30] Zaki Baridwan., Op.,Cit., hal 36
[31] Ibid., hal., 38
[32] Ibid., hal., 41
[33] Dwi
Harti., Op.,Cit., hal 44
[34] Hery, SE, M.Si, 2012. Mengenal dan Memahami
Laporan Keuangan. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing
Service)., hal, 12