Tampilkan postingan dengan label Prinsip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prinsip. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2022

Pengertian dan Prinsip Pengajaran Remedial

 Pengertian dan Prinsip Pengajaran Remdial 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar  Belakang

Dalam kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran mandiri selalu dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar dan penguasaan materi pembelajaran yang telah ditentukan. Secara garis besar kesulitan dimaksud dapat berupa kurangnya pengetahuan prasyarat, kesulitan memahami materi pembelajaran, maupun kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas latihan dan menyelesaikan soal-soal ulangan.

Agar peserta didik dapat memecahkan kesulitan tersebut perlu adanya bantuan. Bantuan dimaksud berupa pemberian pembelajaran remedial atau perbaikan. Untuk keperluan pemberian pembelajaran remedial perlu dipilih strategi dan langkah-langkah yang tepat setelah terlebih dahulu diadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar yang dialami peserta didik.

Pada kenyataannya banyak  guru hanya memberikan remedial tes saja, karena masalah waktu. Sehubungan dengan hal-hal tersebut, satuan pendidikan perlu menyusun rencana sistematis pemberian pembelajaran remedial untuk membantu mengatasi kesulitan belajar peserta didik.

B. Rumusan Masalah

1.  Apa pengertian dan prinsip pengajaran remedial?

2. Apa saja yang diperlukan dalam kegiatan pengajaran    perbaikan(remedial)?

3. Apa hubungan pengajaran perbaikan dalam proses belajar mengajar?

4. Bagaimana cara pendekatan dalam pelaksanaan remedial disekolah?

5. Bagaimana metode dalam pengajaran perbaikan(remedial)?

6. Apa tujuan pembelajaran remedial?

7. Bagaimana prosedur dalam pelaksanaan remedial?           

C. Tujuan  Penulisan

1.  Mengetahui pengertian pengajaran remedial

2. Mengetahui perlunya pengajaran remedial

3. Mengetahui hubungan pengajaran perbaikan dalam proses belajar mengajar

4. Mengetahui cara pendekatan dalam pelaksanaan remedial disekolah

5. Mengetahui metode dalam pengajaran perbaikan(remedial)

6. Mengetahui tujuan pembelajaran remedial

7. Mengetahui bagaimana prosedur dalam pelaksanaan remedial

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian dan Prinsip Pengajaran Remedial

      Remedial teaching berasal dari kata remedy(inggris) yang artinya menyembuhkan atau memperbaiki.[1] Sedangkan yang dimaksud pembelajaran remedial adalah merupakan bentuk khusus dari pembelajaran yang diberikan kepada seseorang atau bebereapa orang siswa yang menglami kesulitan belajar.[2] Seperti telah kita ketahui bahwa dalam proses belajar mengajar siswa di harapkan dapat mencapai hasil sebaik-baiknya sehingga bila ternyata ada siswa yang belum berhasil sesuai dengan harapan maka diperlukan suatu proses pengajaran yang membantu agar mencapai hasil yang diharapkan. Dengan demikian perbaikan diharapkan kepada pencapaian hasil yang optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa melalui keseluruhan proses belajar mengajar dan keseluruhan pribadi siswa.

Dalam pembelajaran remedial ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:[3]

1.      Adaptif

Setiap siswa memiliki keunikan sendiri-sendiri. Oleh karena itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan keepatan, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing.

2.      Interaktif

Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan siswa secara intensif berinteraksi dengan guru dan sumber belajar yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar siwa yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monotoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. Jika dijumpai adanya siswa yang mengalami kesulitan segera diberi bantuan.

3.      Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian

Karena keunikan dan kesulitan siswa yang berbeda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan berbagai metode mengajar dan metodepenilaian yang sesuai dengan karakteristik siswa.

4.      Pemberian umpan balik sesegera mungkin

Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada Siswa mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan segera mungkin untuk menghindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami siswa.

5.      Kesinambungan dan ketersediaan dalam pemberian pelayanan

Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan, dengan demikian harus berkesinambungan dan progsramnya selalu tersedia, agar setiap siswa dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.

 

B.     Perlunya Pengajaran Perbaikan (Remedial)

Seperti pada uraian tersebut, dalam hubungannya kegiatan-kegiatan proses belajar mengajar maka pengajaran perbaikan ini merupakan pelengkap dari proses pengajaran secara keseluruhan. Karena itu, pengajaran perbaikan ini perlu dikuasai setidak-tidaknya dikenal oleh guru bidang study dan petugas bimbingan yang  menyuluh. Dengan demikian pengajaran perbaikan ini perlu dapat dilihat dari segi:

1.      Siswa

            Kenyataan menunjukkan bahwa setiap siswa dalam proses belajara mengajar mempunyai hasil yang berbeda. Atas dasar ini perlu ada pelayanan yang bersifat individual dalam proses belajar mengajar yang menyangkut masalah bahan, metode, alat, evaluasi, dan sebagainya. Ada beberapa perbedaan individual yang menjadi dasar perhatian antara lain sebagai berikut.

 

a.       Perbedaan kecerdasan (intelegensi)

b.      Perbedaan hasil belajar (achievement)

c.       Perbedaan bakat (aptitude)

d.      Perbedaan sikap (attitude)

e.       Perbedaan kebiasaan  (habbit)

f.       Perbedaan pengetahuan (knowledge)

g.      Perbedaan kepribadian (personality)

h.      Perbedaan kebutuhan (need)

i.        Perbedaan cita-cita (ideal)

j.        Perbedaan minat ( interest)

k.      Perbedaan fisik (physically)

l.        Perbedaan lingkungan (environment)

2.      Guru

            Dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai instruktur, konselor, petugas psikologis, sebagai media, sebagai sumber, dan sebagainya. Dalam fungsinya yang ganda ini guru bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pengajaran khususnya peningkatan prestasi belajar.

Dalam rangka ini pengajaran perbaikan merupakan peluang yang besar bagi Guru setiap siswa untuk mencapai prestasi belajar secara optimal.

3.      Proses Pendidikan

            Dalam proses pendidikan, bimbingan dan penyuluhan merupakan kelengkapan dari keseluruhan proses atau pelaksanaan program.  Melalui pelayanan bimbingan dan penyuluhan diharapkan siswa mencapai perkembangan pribadi yang integral.

Dengan demikian perlunya/pentingnya pengajaran perbaikan atau remedial teaching itu dapat dilihat dari berbagai segi yaitu atas dasar pertimbangan:

a.       Pedagogis

b.      Psikologis

c.       Didaktis

d.      Metodis

e.       Moral, dan lain-lain[4]

 

C.    Hubungan Pengajaran Perbaikan dalam Proses Belajar Mengajar

Pengajaran remedial adalah bentuk pengajaran perbaikan yang diberikan kepda seseorang siswa untuk membantu memecahkan kesulitan belajar yang dihadapinya.[5] Dalam kurikulum sekolah-sekolah metode dan sistem penyampaiannya dipergunakan pendekatan dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).

Dengan rumusan dan tujuan yang jelas akan memudahkan menyusun dan mengembangkan bahan pengajaran, alat pengajaran serta rencana dan pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar. Secara garis besar proses kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan PPSI itu sebagai berikut.

1.      Rencana mengajar

2.       Melaksanakan pengajaran dengan suatu pelajaran

3.      Evaluasi yang merupakan umpan balik dalam kegiatan belajar mengajar

4.       Melaksanakan pelajaran dan evaluasi

5.      Umpan balik

Dengan melihat kerangka dasar kegiatan-kegiatan program belajar-mengajar dengan pendekatan PPSI tersebut maka pengajaran perbaikan atau remedial teaching memegang peranan, khususnya dalam rangka mencapai hasil belajar yang optimal (belajar tuntas).

 

D.    Pendekatan dalam Pelaksanaan Remedial di sekolah

      Ada beberapa pendekatan belajar dalam pelaksanaan remedial dengan harapan dapat membantu siswa dalam memecahkan berbagai masalah, anatara lain yaitu:[6]

1.      Pendekatan Individual

            Pendekatan Individul merupakan interaksi guru siswa secara individual dalam proses belajar mengajar. Pendekatan individual adalah suatu upaya untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat belajar sesuai dengan kebutuhan, kecepatan, dan caranya.[7]

2.      Pendekatan kelompok

            Pendekatan kelompok adalah adanya interaksi antara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yang mengalami kesulitan belajar. Dalam pembelajarn kelompok kecil, guru memberikan bantuan atau bimbingan kepada tiap kelompok lebih intensif.[8]

3.      Pendekatan Bervariasi

Pendekatan Bervariasi adalah bermacam-macam pendekatan yang dilakukan dalam kgiatan belajar agar terlaksananya proses belajar mengajar yang efektif.

4.      Pendekatan Edukatif

Pendekatan Edukatif adalah sesuatu yang bersifat mendidik dan segala hal yang berkenan dengan pendidikan.[9]

5.      Pendekatan Pengalaman

            Pendekatn Pengalaman adalah suatu kejadian atau perbuatan yang pernah terjadi pada masa dahulu dan mempunyai nilai atau manfaat untuk msa depan.

6.      Pendekatan Pembiasaan

Pendekatan Pembiasaan adalah suatu proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan-kebiasaan yang telah ada.

 

 

 

7.      Pendekatan Emosional

Pendekatan Emosional adalah kejiwaan yang ada didalam diri seseorang. Emosi berhubungan dengan malalah perasaan. Emosi atau perasaan adalah sesuatu yang peka.

8.      Pendekatan Rasional

Pendekatan Rasional adalah pembelajaran yang berpotensi untuk menumbuhkan daya fikir sendiri pada siswa  guna memahami, mengamalkan, dan meyakini konsep-konsep dalam pembelajaran remedial al-qur’an dan hadist.[10]

9.      Pendekatan Fungsional

Pendekatan Fungsional adalah sesuatu pendekatan atau suatu ilmu pengetahuan yang dipelajari bukan hanya untuk mengisi kekosongan intelektual tetapi diharapkan berguna untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

10.  Pendekatan Keagamaan

Pendekatan Keagamaan adalah suatu pendekatan yang dilakukan dalam setiap bidang studi atau mata pelajaran umum dpat menyatu dalam nilai-nilai agama.

 

E.     Metode dalam Pengajaran Perbaikan (Remedial)

      Metode yang digunakan dalam pengajaran perbaikan yaitu metode yang dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar mulai dari tingkat indentifikasi kasus sampai  dengan tindak lanjut.

Metode yang dapat digunakan, yaitu:

1.      Tanya jawab

Metode ini digunakan dalam rangka pengenalan kasus untuk mengetahui jenis dan sifat kesulitannya. Dalm rangka perbaikan tanya jawab dapat membantu siswa dalam memahami dirinya, mengetahui kelebihan dan kekurangan memperbaiki cara-cara belajar.

Kebaikan metode ini yaitu memungkinkan terbinanya hubungan guru dan siswa sehingga membantu siswa dalam meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan rasa percaya diri.

2.      Diskusi

Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar individu dalam kelompok untuk memperbaiki kesulitan belajar yang dialami oleh kelompok siswa.

3.      Tugas

Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus dan dalam rangka pemberian bantuan.

4.      Kerja kelompok

Metode ini hampir bersamaan dengan metode pemberian tugas dan metode diskusi. Yang penting adalah interaksi diantara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yang mengalami kesulitan belajar.

5.      Tutor

Tutor adalah siswa yang sebaya yang ditunjuk/ditugaskan membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dan siswa.

6.      Pengajaran individual

Pengajaran individual adalah interaksi antara guru dan siswa secara individual dalam proses belajar mengajar.[11]

 

F.     Tujuan dari Pembelajaran Remedial

      Secara terperinci tujuan dari pembelajaran remedial adalah:

1.      Agar siswa dapat memahami dirinya khususnya prestasinya

2.      Dapat memperbaiki atau mengubah cara mengajar ke arah yang lebih baik,

3.      Dapat memilih materi dan fasilitas belajar secara cepat.

4.      Dapat mengembangkan sikap dn kebiasaan yang dapat mendorong tercapainya hasil yang lebih baik.

5.      Dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan kepadanya.

            Selain dari tujuan yang telah disebutkan diatas pembelajaran remedial dalam keseluruhan proses belajar mengajar mempunyai fungsi sebagai berikut: 

a.       Korektif

Dalam fungsi ini pembelajaran remedial dapat diadakan pembetulan atau perbaikan antara lain: perumusan tujuan, penggunaan metode, cara-cara belajar, materi dan alat pengajaran, dan evaluasi.

b.      Pemahaman

            Dalam fungsi ini memungkinkan guru, siswa, dan pihak lain dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap pribadi siswa.

c.       Penyesuaian

            Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuannya sehingga peluang untuk mencapai hasil yang lebih baik dan lebih besar.

d.      Pengayaan

            Pengayaan dapat melalui atau terletak dalam segi metode yang diperhunakan dalam pembelajaran remedial sehingga hasil yang diperoleh lebih banyak, lebih dalam atau prestasi belajarnya dapat meningkat.

e.       Akselerasi

            Pembelajaran remedial dapat mempercepat proses belajar baik dari segi waktu maupun materi.

f.       Terapsutik

            Secara langsung ataupun tidak pembelajran remedial dapat memperbaiki atau menyembuhkan kesulitan belajar yang dialami siswa.[12]

G.    Prosedur Pelaksanaan Remedial Teaching

               Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut:

1.      Meneliti kasus dengan permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan-kegiatan berikutnya. Tujuan penelitian kembali kasus ini adalah agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai kasus  tersebut, serta cara dan kemungkinan pemecahannya.

2.      Menentukan tindakan yang harus dilakukan. Dalam langka ini sebagai kelanjutan langkah pertama diatas dilakukan usaha-usaha untuk menentukan karakteristik kasus yang ditangani tersebut.

3.      Pemberian layanan khusus yaitu bimbingan dan konseling. Tujuan dari layanan khusus bimbingan penyuluhan ini adalah mengusahakan agar murid yang menjadi kasus itu terbatas dari lambatan mental emosianal (ketegangan batin), sehingga kemudian siap menghadapi kegiatan belajar secara wajar.

4.      Langkah pelaksanaan remedial teaching

Sasaran pokok pada langkah ini adalah peningkatan prestasi maupun kemampuan menyesuaikan diri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh guru.

5.      Melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar. Dengan diselesaikannya pelaksanaan remedail teaching, maka selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap perubahan pada diri murid yang bersangkutan.[13]

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

                  Remedial Teaching berasal dari kata remedy (inggris) yang artinya menyembuhkan atau memperbaiki. Jadi, pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap siswa yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. Dalam materi yang digunakan dalam remedial adalah metode yang dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar mulai dari tingkat identifikasi kesulitan belajar sampai dengan tindak lanjut.

                  Metode-metode yang dapat diginakan dalam pembelajaran remedial antara lain tanya jawab, diskusi, metode tugas, mrtode kerja kelompok, metode tutor, dan metode individual.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono. Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2004)

Abdul Madjid. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007)

Iskandar. Psikologi Pendidikan (Ciputat: Gaung Persada Press, 2009)

Abd Rachmat Abror. Psikologi Pendidkan (yogjakarta: Tiara Wacana Yogya, 1993)

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2002)

Baharuddin. Pendidikan dan Psikologi Perkembangan (Jogjakarta: Ar-ruzz Media, 2009)

Oemar Hamali. Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2008)  

Djalinur Syah Dkk. Kamus Pelajar Kata Serapan Bahasa Indonesia, cet.1 (Jakarta: Rineka Cipta, 1993)

Khairuman. Strategi Pembelajaran Bidang Studi Al-Qur’an Hadist (Banda Aceh: IAIN, 2010)

 



[1]Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2004) hlm.153

[2]Abdul Madjid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007) hlm.236

[3]Iskandar, Psikologi Pendidikan (Ciputat: Gaung Persada Press, 2009), hlm.130-131

[4]Ibid. Op.Cit  hlm.150-152

[5]Abd Rachmat Abror, Psikologi Pendidkan (yogjakarta: Tiara Wacana Yogya, 1993) hlm.185

[6]Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2002) hlm.61

[7]Baharuddin, Pendidikan dan Psikologi Perkembangan (Jogjakarta: Ar-ruzz Media, 2009) hlm.180

[8]Oemar Hamali, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2008) hlm.111

[9]Djalinur Syah DKK, Kamus Pelajar Kata Serapan Bahasa Indonesia, cet.1 (Jakarta: Rineka Cipta, 1993) hlm.50

[10]Khairuman, Strategi Pembelajaran Bidang Studi Al-Qur’an Hadist (Banda Aceh: IAIN, 2010) Hlm.40 

[11]Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta,2004) hlm.181-184

[12]Ibid. hlm.155-156

[13]Ibid. hlm.185-188


makalah aspek manajemen organisasi

makalah aspek manajemen organisasi  BAB I PENDAHULUAN   Manajemen secara umum diartikan sebagai ‘pengaturan’, artinya manajemen adalah...