Tampilkan postingan dengan label evaluasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label evaluasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2022

monitoring dan evaluasi pendidikan

 

BAB I

PENDAULUAN

 

A.    Latar belakang

Dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini terbagi menjadi 3 (tiga) kategori. Kategori tersebut adalah pembinaan, pengendalian, dan pengawasan. Penetapan kategori ini didasarkan atas kondisi laporan hasil proses belajar mengajar yang disampaikan kepada pemerintah, dimana dari analisis laporan tersebut dapat diketahui program studi mana yang aktif, tidak lengkap, tidak aktif. Setiap program studi akan diberikan instrument monev sesuai dengan kategori yang telah ditetapkan dan hasilnya  akan dievaluasi melalui penilaian kualitas program yang dilakukan dengan metode yang sesuai untuk meningkatkan kualitas operasional program dan kegiatan yang berkontribusi penting

Oleh sebab itu pelaksanaan monev dilakukan secara terintegratif dengan menyusun rencana sasaran, mendesain instrumen evaluasi, melakukan observasi di lapangan, kemudian menganalisis hasilnya, sehingga hasilnya diharapkan dapat memberi gambaran tentang cerminan terhadap output kualitas operasional program, kegiatan, dan layanan, tetapi sekaligus juga untuk mengetahui apakah indikator keberhasilan program dan kegiatan sesuai dengan hasil yang diharapkan (outcome), termasuk evaluasi terhadap kinerja perguruan tinggi swasta dalam menyelenggarakan proses pendidikan, apakah telah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa Pengertian Monitoring dan evaluasi ?

2.      Bagaimana pelaksanaan monitoring dan evaluasi ?

3.      Bagaimana Pelaksanaan Monitoring Dinas Pendidikan Kabupaten Kota ?

4.      Bagaimana Pengukuran Kinera ?

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian monitoring dan Evaluasi

1.      Pengertian Monitoring

Monitoring adalah pemantauan yang dapat dijelaskan sebagai kesadaran (awareness) tentang apa yang ingin diketahui, pemantauan berkadar tingkat tinggi dilakukan agar dapat membuat pengukuran melalui waktu yang menunjukkan pergerakan ke arah tujuan atau menjauh dari it[1]u.

Definisi dan Konsep Dasar Monitoring Merupakan fungsi manajemen yang dilakukan pada saat suatu kegiatan sedang berlangsung apabila dilakukan oleh pimpinan maka mengandung fungsi pengendalian. Mencakup antara lain:

(a) penelusuran pelaksanaan kegiatan dan keluarannya (outputs)

(b) pelaporan tentang kemajuan

(c) identifikasi masalah-masalah pengelolaan dan pelaksanaan.

2.      Pengertian Evaluasi

Evaluasi berasal dari kata evaluation yang artinya suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Kata - kata yang terkandung didalam defenisi tersebut pun menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi harus dilakukan secara hati - hati, bertanggung jawab, menggunakan strategi, dan dapat dipertanggung jawabkan. Evaluasi dilaksanakan untuk menyediakan informasi tentang baik atau buruknya proses dan hasil kegiatan. Evaluasi lebih luas ruang lingkupnya dari pada penilaian, sedangkan penilaian lebih terfokus pada aspek tertentu saja yang merupakan bagian dari lingkup tersebut[2].

Suchman dalam Arikunto dan Jabar memandang, “evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan”. Defenisi lain dikemukakan oleh Stutflebeam dalam Arikunto dan Jabar mengatakan bahwa, “evaluasi merupakan proses penggambaran, pencarian dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambil keputusan dalam menentukan alternatife keputusan”.

Pengertian evaluasi lebih dipertegas lagi oleh Sudjana dalam Dimyati dan Mudjiono, “ dengan batasan sebagai proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu”. Lebih lanjut Arifin  mengatakan, “evaluasi adalah suatu proses bukan suatu hasil ( produk ). Hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah kualitas sesuatu, baik yang menyangkut tentang nilai atau arti, sedangkan kegiatan untuk sampai pada pemberian nilai dan arti itu adalah evaluasi”. Hal yang senada juga disampaikan oleh Purwanto,

Kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis. Evaluasi merupakan kegiatan yang terencanadan dilakuakan secara berkesinambungan. Evaluasi bukan hanya merupakan kegiatan akhir atau penutup dari suatu program tertentu, melainkan merupakan kegiatan yang dilakukan pada permulaan, selama program berlangsung dan pada akhir program setelah program itu selesai.

 

B.     Pelaksanaan  Monitoring dan Evaluasi

1.      Pelaksanaan Monitoring

Sebagai contoh: Untuk setiap program pembangunan, monitoring dapat berupa pelaporan setiap enam bulan tentang kegiatan yang telah dilakukan dan/atau keluaran (outputs) yang telah dicapai dalam hal seperti imunisasi, perbaikan sekolah, pengadaan sistem air bersih.[3]

1.      Langkah Pertama Rencana monitoring sebaiknya mencakup langkah-langkah sebagai berikut: Langkah 1: Tentukan kegiatan dan keluaran utama yang harus dimonitor Untuk sektor kesehatan, misalnya, monitoring dapat difokuskan pada hal-hal seperti prasarana yang telah ditingkatkan, di mana peningkatan prasarana itu dilakukan, klien mana saja yang menerima pelayanan dan untuk apa, dan/atau obat gratis apa yang telah disediakan, untuk siapa dan untuk penyakit apa saja. Yang perlu kita ingat adalah jangan berusaha untuk memonitor segala aspek. Yang penting, kita memonitor apa yang telah dilakukan, keluaran apa yang dihasilkan, di mana, kapan, oleh siapa, dan untuk siapa. Kemudian, hasil monitoring itu dibandingkan dengan rencana semula, selisih antara rencana dan hasil monitoring dibuat laporannya, dan kemudian sejauh mungkin faktor-faktor penyebab perbedaan itu diidentifikasi. Tata cara penyimpanan data juga penting untuk mempermudah penyusunan laporan yang akurat dan tepat waktu. Sedapat mungkin sumber data yang telah dikumpulkan secara rutin dimanfaatkan. Ciptakan format pelaporan yang tidak terlalu rumit, dengan sebagian hasilnya disajikan secara visual/grafik.

2.      Rencana Monitoring Langkah 2: Tentukan pihak mana yang akan melakukan monitoring, dan kapan. Sebaiknya pihak yang melakukan monitoring yang dimaksud di sini bukan pihak pengelola program langsung, untuk menjaga independensi. Dengan menganut asas partisipatif, wakil-wakil penerima manfaat program/kegiatan sedapat mungkin bersama-sama melakukan monitoring. Mengenai frekuensi, hal ini sebaiknya dilakukan paling tidak setiap enam bulan sekali untuk sebuah program jangka menengah atau jangka panjang.

3.      Rencana Monitoring Langkah 3: Tentukan siapa saja yang akan menerima laporan hasil monitoring. Sebaiknya laporan hasil monitoring disebarkan tidak hanya pada pihak-pihak pemerintah (eksekutif dan legislatif), tetapi juga pada pihak pelaksana (misalnya: rumah sakit, kontraktor), instansi pemerintah pusat serta wakil-wakil kelompok penerima manfaat, dan juga OMS untuk meminta umpan balik. Buatlah pertemuan berkala untuk meninjau kembali tingkat kemajuan serta memutuskan apakah rencana implementasi perlu disesuaikan.

Monitoring akan memberikan informasi tentang status dan kecenderunganbahwa pengukuran dan evaluasi yang diselesaikan berulang dari waktu ke waktu, pemantauan umumnya dilakukan untuk tujuan tertentu. Monitoring menyediakan data dasar untuk menjawab permasalahan, sedangkan evaluasi adalah memposisikan data-data tersebut agar dapat digunakan dan diharapkan memberikan nilai tambah. Evaluasi adalah mempelajari kejadian, memberikan solusi untuk suatu masalah, rekomendasi yang harus dibuat, menyarankan perbaikan. Namun tanpa monitoring, evaluasi tidak dapat dilakukan karena tidak memiliki data dasar untuk dilakukan analisis, dan dikhawatirkan akan mengakibatkan spekulasi, oleh karena itu Monitoring dan Evaluasi harus berjalan seiring

 

2.      Pelaksanaan Evaluasi

1.    Kesahihan

Kesahihan menggantikan kata validitas ( validity ) yang dapat diartikan sebagai ketepatan evaluasi mengevaluasi apa yang seharusnya di evaluasi. untuk memperoleh hasil evaluasi yang sahih, dibutuhkaninsturmen yang memiliki / memenuhi syarat - syarat kesahihan suatu instrumental evaluasi. Kesahihan instrument evaluasi diperoleh melalui hasil pemikiran dan hasil pengalaman.[4]

 

2.    Keterandalan

Keterandalan evaluasi berhubungan dengan masalah kepercayaan, yakni tingkat kepercayaan bahwa suatu instrument evaluasi mampu memberikan hasil yang tepat. Gronlund dalam Dimyati dan Mudjiono mengemukakan bahwa, “keterandalan menunjukkan kepada konsistensi ( keajegan ) pengukuran yakni bagaimana keajegan skor tes atau hasil evaluasi lain yang berasal dari pengukuran yang satu ke pengukuran yang lain”. Dengan kata lain, keterandalan dapat kita artikan sebagai tingakat kepercayaan keajegan hasil evaluasi yang diperoleh dari suatu instrument evaluasi.

3.    Kepraktisan

Kepraktisan evaluasi dapat diartikan sebagai kemudahan-kemudahan yang ada pada instrument evaluasi baik dalam mempersiapkan, menggunakan, menginterpretasi/ memperoleh hasil, maupun kemudahan dalam menyimpanya.

Sementara menurut Arikunto dan Jabar evaluasi memiliki cirri - ciri dan persyaratan sebagai berikut : 

1.    Proses kegiatan penelitian tidak menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku bagi penelitian pada umumnya.

2.    Dalam melaksanakan evaluasi, peneliti harus berpikir secara sistematis yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dari beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan satu sama lain dalam menunjang kinerja dari objek yang dievaluasi.

3.    Agar dapat mengetahui secar rinci kondisi dari objek yang dievaluasi, perlu adanya identifikasi komponen yang berkedudukan sebagai faktor penentu bagi keberhasilan program.

4.    Menggunakan standar, Kiteria, atau tolak ukur sebagai perbandingan dalam menentukan kondisi nyata dari data yang diperoleh dan untuk mengambil kesimpulan.

5.   Kesimpulan atau hasil penelitian digunakan sebagai masukan atau rekomendasi bagi sebuah kebijakan atau rencana program yang telah ditentukan.

6.    Agar informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagian mana dari program yang belum terlaksana, maka perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi subkomponen, sampai pada indikator dari program evaluasi.

7.    Standar, kriteria, atau tolak ukur diterapkan pada indicator, yaitu bagian yang paling kecil dari program agar dapat dengan cermat diketahui letak kelemahan dari proses kegiatan.

8.    Dari hasil penelitian harus dapat disusun sebuah rekomendasi secara rinci dan akurat sehingga dapat ditentukan tindak lanjut secara tepat.

 

C.    Pelaksanaan Monitoring Dinas Pendidikan Kabupaten Kota ?

                  Penyelenggaraan MSPD pada prinsipnya merupakan bagian dari siklus kegiatan penjaminan-peningkatan mutu pendidikan nasional yang menempatkan pemerintah kab/kota berperan aktif memfasilitasi sekolah meningkatkan kinerjanya dalam penerapan SPM dan SNP. Penyelenggaraan MSPD merupakan kegiatan satu tahunan yang berkelanjutan sehingga terbentuk budaya mutu pendidikan. Siklus kegiatan tergambar pada model di bawah ini.[5]

A. PROSES  PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan MSPD dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut :

1.      1. Mengumpulkan hasil EDS

Pengawas mengumpulkan data hasil EDS yang berkaitan dengan mutu pendidikan di sekolah-sekolah (khususnya sekolah-sekolah yang menjadi binaannya).

1.      2. Mengkaji hasil EDS per sekolah

Hasil pengumpulan data EDS dan catatan hasil monitoring lainnya dikaji oleh pengawas sebagai dasar untuk membuat laporan MSPD ke tingkat Kabupaten/Kota.

–          Pencapaian SPM dan SNP

–          Rekomendasi EDS oleh sekolah

–          Tindak lanjut

 

1.      3. Mengisi Laporan MSPD Per-Sekolah

–          Pengawas menganalisa hasil EDS  untuk bahan penyusunan laporan MSPD dari sekolah-sekolah binaannya.

–          Pengawas memilah-milah usulan/rekomendasi yang dapat dilakukan oleh sekolah dan yang dapat dilakukan oleh Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag

–          Laporan MSPD dibuat dengan mengacu pada hasil EDS

1.      4. Melakukan Agregasi Laporan MSPD

Setelah membuat laporan MSPD tiap sekolah, selanjutnya pengawas melakukan Agregasi/Penggabungan dari Laporan MSPD.

Hasil agregasi/penggabungan tersebut dipilah berdasarkan kelompok permasalahan yang ada dari masing-masing sekolah.

1.      5. Melakukan Agregasi Hasil MSPD menurut jenjang dan jenis sekolah

Untuk laporan kepada Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag tingkat Kabupaten/Kota, Pengawas melakukan Agregasi/ Rangkuman Hasil  MSPD menurut jenjang dan jenis sekolah-SD, SMP, MI, dan MTs.

            Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kabupaten/Kota juga dapat menggunakan laporan MSPD sebagai salah satu sumber informasi mengenai dampak dan efektivitas inisiatif program pendidikan di daerahnya.

            Laporan MSPD yang berisi data kualitatif dan kuantitatif menjadi dasar yang solid bagi Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kab/Kota dalam membuat perencanaan peningkatan mutu pendidikan di kabupaten/kota.

1.      6. Identifikasi Prioritas Kebutuhan Pengembangan Sekolah Kabupaten/Kota serta Mempertimbangkan Informasi Lainnya

Berdasarkan laporan MSPD dan informasi dari sumber lain yang relevan, Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kab/Kota dapat mengidentifikasi hal-hal yang menjadi prioritas kebutuhan untuk pengembangan sekolah dan peningkatan mutu pendidikan.

            Dengan demikian, Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag akan memiliki bahan rancangan program yang lebih terarah dalam pengembangan dan peningkatan mutu sekolah.

1.      7. Penyusunan Program Pengembangan Sekolah

Berdasarkan hasil identifikasi prioritas kebutuhan pengembangan sekolah dan bahan rancangan program, Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kab/Kota menyusun Rencana Program Pengembangan sekolah dan Peningkatan Mutu Pendidikan di tingkat Kab/Kota

1.      8. Implementasi Program Peningkatan Mutu

Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kab/Kota melaksanakan Rencana Program Pengembangan Sekolah dan Peningkatan Mutu Pendidikan berdasarkan hasil identifikasi prioritas kebutuhan Pengembangan Sekolah.

Pelaksanaan MSPD dipantau Tim dari Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag/Kantor Kemenag Tingkat Kab/Kota yang hasilnya digunakan untuk perbaikan pelaksanaan MSPD selanjutnya.

1.      B. Sumber Daya yang Diperlukan

Sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan MSPD terdiri dari :

1.      Sumber Daya Manusia

–          Pelaksanaan MSPD perlu didukung oleh pengawas dan tenaga kependidikan lainnya yang profesional.

1.      Sumber Dana

–          Dana pelaksanaan MSPD bersumber dari APBD sesuai dengan kebutuhan.

1.      Sumber Daya Lainnya

 

 

 

 

D.    Pengukuran Kinerja

            Agar penyelenggaraan MSPD berjalan dengan efektif, Tim MSPD Kab/Kota perlu menyusun rencana kegiatan tahunan dan rencana kerja jangka menengah (empat tahun).[6]

1.      A. Ruang Lingkup Perencanaan

Salah satu tanggung jawab Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dalam rangka melakukan persiapan penjaminan mutu pendidikan  melalui kegiatan MSPD. Ruang lingkup kegiatan perencanaan   sekurang-kurangnya  meliputi ;

1)         Nama kegiatan

2)         Ruang Lingkup Perencanaan

3)         Dasar kegiatan perencanaan

Langkah kegiatan perencanaan merupakan langkah penting agar seluruh rangkaian pelaksanaan MSPD terlaksana secara efektif dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

4)         Tujuan, target dan kriteria keberhasilan

            Pemerintah daerah hendaknya menetapkan tujuan, target dan kriteria keberhasilan sesuai dengan prinsip-prinsip penjaminan mutu. Tiap daerah dapat menetapkan tujuanyang sesuai dengan kepentingan pelaksanaan kegiatan.

5)         Langkah kegiatan

            Dalam pengembangan perencanaan pemerintah daerah hendaknya menetapkan prosedur yang sesuai dengan POS penyelenggaraan MSPD. (tahapan kegiatan tercantum pada kolom no. 5)

6)         Jadwal kegiatan

7)         Sumber daya dan anggaran yang dibutuhkan

8) Perencanaan anggaran

9) Pelaporan

Dasar Kegiatan

Langkah kegiatan perencanaan merupakan langkah penting agar seluruh rangkaian pelaksanaan MSPD terlaksana secara efektif dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

 

Tujuan, Target dan Kriteria Keberhasilan

            Tujuan ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah yang disesuaikan dengan kepentingan penjaminan mutu. Selain tujuan pemerintah daerah menetapkan target dan criteria keberhasilan yang terukur.

Contoh

Tujuan:

Terpetakannya mutu sekolah tingkat kab/kota dalam menerapkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Target:[7]

1.      Setiap tahun, Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag kab/kota mampu memetakan kinerja Sekolah sehingga menghasilkan informasi sebagai dasar penetapan kebijakan pengembangan pendidikan daerah

2.      Pelaksanakan  kegiatan dimulai bulan Januari s.d. April 2010.

Kriteria Keberhasilan:

1.      Tersedianya informasi hasil pemetaan mutu dalam bentuk dokumen sistem informasi tentang kinerja Sekolah dalam menerapkan SNP.

2.      Pelaksanaan  kegiatan  4 bulan

Langkah Kegiatan Perencanaan

            Dalam pengembangan perencanaan pemerintah daerah hendaknya menetapkan prosedur operasional standar yang sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) penyelenggaraan MSPD yang meliputi tahap-tahap kegiatan berikutnya:

1.      Membentuk tim kerja MSPD yang dibentuk melalui penetapan oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan daerah.

2.      Merencanakan pengkajian Hasil EDS Per-sekolah

3.      Merencanakan pengisian Format MSPD per-sekolah

4.      Merencanakan kegiatan pengawas melakukan agregasi MSPD pada sekolah-sekolah binaannya

5.      Merencanakan agregasi hasil MSPD menurut jenjang dan jenis yang dilaksanakan setelah pengawas melaksanakan kegiatan agregasi di sekolah

6.      Merencanakan kegiatan lokakarya untuk mengidentifikasi prioritas kebutuhan pengembangan sekolah (kab/kota) dan menyusun rancangan Kebijakan Pengembangan Sekolah di tingkat kab/kota

7.      Mempersiapkan implementasi program peningkatan mutu sekolah

8.      Merancang pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi

9.      Merancang evaluasi kegiatan

10.  Menyusun laporan dan rekomendasi

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Monitoring perencanaan adalah adalah pemantauan yang dapat dijelaskan sebagai kesadaran (awareness) tentang apa yang ingin diketahui, pemantauan berkadar tingkat tinggi dilakukan agar dapat membuat pengukuran melalui waktu yang menunjukkan pergerakan ke arah tujuan atau menjauh dari itu

 

Evaluasi perencanaan artinya suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Kata - kata yang terkandung didalam defenisi tersebut pun menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi harus dilakukan secara hati - hati, bertanggung jawab, menggunakan strategi, dan dapat dipertanggung jawabkan.

 


 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arifin, Zainal, 2010, Evaluasi Pembelajaran Prinsip,Teknik,Prosedur, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Arikunto, Suharsimi dan Jabar, Safruddin Abdul, 2010,Evaluasi Progaram Pendidikan Pedoman Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta.

Arifin, Zainal, 2010, Evaluasi Pembelajaran Prinsip,Teknik,Prosedur, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Dimyati dan Mudjiono, 2006, Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta.

Dimyati dan Mudjiono, 2006, Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta.

 Purwanto, Ngalim, 2010, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran,Remaja Rosdakarya, Bandung

 


 

KATA PENGANTAR

 

الرَّØ­ِيمِالرَّØ­ْمنِاللهِبِسْÙ…ِ

            Alhamdulillah puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT yang masih memberikan nafas kehidupan, sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah dengan judul “Pelaksanaan Monitoring dann Evaluasi” dengan tepat waktu. Tidak lupa shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan inspirator terbesar dalam segala keteladanannya. Tidak lupa penulis sampaikan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Study Al-Qur’an yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini, orang tua yang selalu mendukung kelancaran tugas kami.

           Akhirnya penulis sampaikan terima kasih atas perhatiannya terhadap makalah ini, dan penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi tim penulis khususnya dan pembaca yang budiman pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini. Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.

                                                                        Padangsidimpuan, Maret 2019

                                                                   Penulis

 


 

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR.........................................................................        i

DAFTAR ISI.........................................................................................        ii

 

PENDAHULUAN.................................................................................        1

A. Latar Belakang ......................................................................        1

B.  Rumusan Masalah .................................................................        1

                                   

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Monitoring dan evaluasi .....................................        2

B.     pelaksanaan monitoring dan evaluasi ...................................        3

C.     Pelaksanaan Monitoring Dinas Pendidikan Kabupaten Kota       7

D.    Pengukuran Kinera ...............................................................        10

 

BAB III PENUTUP..............................................................................       

A.    Penutup ................................................................................        13

 

 

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................        iii


 

 

 

 

PELAKSANAAN MONITORING DAN EVALUASI

 

D

I

S

U

S

U

N

 

 

Oleh:

 

Lando Ilham Simarmata                     : 1720100094

Dosen Pembimbing

Dra. Rosimah Lubis, M.Pd.

 

 

FAKULTAS TARBIYAAH DAN ILMU PENDIDDIKAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

PADANGSIDIMPUAN

2019

 



[1] Arifin, Zainal, 2010, Evaluasi Pembelajaran Prinsip,Teknik,Prosedur, (Remaja Rosdakarya, Bandung.), hlm., 88

[2] Ibid.

 

[3] Arikunto, Suharsimi dan Jabar, Safruddin Abdul, ,Evaluasi Progaram Pendidikan Pedoman Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi pendidikan, (Bumi Aksara, Jakartam, 2010), hlm, 67

[4] Arifin, Zainal, , Evaluasi Pembelajaran Prinsip,Teknik,Prosedur, (Remaja Rosdakarya, Bandung, 2010), hlm. 56

 

[5] Dimyati dan Mudjiono,, Belajar dan Pembelajaran, (Rineka Cipta, Jakarta, 2006), hlm. 77

 

[6] Ibid, hlm. 80

 

[7]  Purwanto, Ngalim, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran,Remaja Rosdakarya, Bandung, 2010), hlm. 45

 

makalah aspek manajemen organisasi

makalah aspek manajemen organisasi  BAB I PENDAHULUAN   Manajemen secara umum diartikan sebagai ‘pengaturan’, artinya manajemen adalah...