PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN
a. Pengertian
Media
Kata
media berasal Bahasa Latin, yakni “medius” yang secara harfiah berarti
‘tengah’,’ perantara’ atau ‘pengantar’. Di bahasa Arab media disebut ‘wasail’
bentuk jama’ dari ‘wasilah’, yakni sinonim “alwast” yang artinya juga ‘tengah’.
Kata ‘ tengah’ itu sendiri berarti berada di antara dua sisi, maka disebut juga
sebagai ‘perantara’ (wasilah) atau yang mengantarai kedua sisi tersebut (Yudhi
Munadi, 2013: 6)[1].
Berdasarkan pernyataan diatas media dapat disebut juga sebagai pengantar atau
penghubung, yaitu yang mengantarkan atau menghubungkan atau menyalurkan sesuatu
hal dari satu sisi ke sisi yang lain.
Lebih
lanjut Gerlach dan Ely (Azhar Arsyad, 2011: 3) menjelaskan bahwa “media dapat
dipahami secara garis besar meliputi manusia, materi, atau kejadian yang
membangun kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan atau sikap”[2].
Berdasarkan pengertian tersebut guru, buku teks, dan lingkungan sekolah
dimaksudkan sebagai media. Lebih khusus media dalam pembelajaran lebih
cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis dan elektronik untuk
menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
10
Yudhi
Munadi (2013: 7) mendefinisikan “media pembelajaran adalah Segala sesuatu yang
dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga
tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan
proses belajar secara efisien dan efektif”[3].
Sesuai pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan media pembelajaran
merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari sumber belajar yaitu
buku atau modul dan sumber belajar lainnya kepada penerima yaitu peserta didik,
agar tercipta lingkungan berlajar yang kondusif, efisien, dan menyenangkan.
Berdasarkan uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
proses belajar mengajar dapat digunakan sebagai perantara dan penyalur pesan/informasi
dalam tujuan tertentu atau mengantar pesan untuk materi pembelajaran dari guru
ke peserta didik agar peserta didik dapat merangsang pikiran, perhatian dan
minat belajar dengan mudah, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung
secara efektif.
1)
Kemampuan
Media
Suryobroto (2001:17) menyatakan bahwa
media memiliki kemampuan sebagai berikut: a) membuat konsep yang abstrak
menjadi kongkrit, b) membawa objek yang berbahaya menjadi tidak berbahaya, c)
menampilkan objek yang terlalu besar menjadi kecil, d) menampilkan obyek yang
tidak dapat diamati dengan mata telanjang, e) mengamati gerakan yang terlalu
cepat, f) membangkitkan motivasi, g) mengatasi ruang dan waktu, h) mengatasi
jarak yang jauh, dan i) memungkinkan keseragaman pengamatan dan persepsi. [4]
2)
Jenis-jenis
Media
Sadiman,
dkk (2003: 20) jenis-jenis media mengidentifikasikan ciri utama dari media
dibagi menjadi tiga unsur pokok, diantaranya audio, visual, dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang
ditangkap dengan indra pendengaran dan penglihatan. Di samping itu, Bretz juga
membedakan antara media siar (telecuminacation)
dan media rekam (recording) sehingga
terdapat delapan klasifikasi media yaitu: a) media audio visual gerak (video),
b) media audio visual diam (film bingkai suara), c) media semi gerak (cerita
rekaman, radio), d) media visual gerak (gambar/foto film), e) media visual diam
(gambar/foto), f) media semi gerak (rekaman suara), g) media audio (radio), h)
media cetak (poster).[5]
[1]YudhiMunadi,MediaPembelajaran. (Jakarta Selatan:
REFERENSI, 2013), Hal. 6
[2]AzharArsyad. Media Pembelajaran.(Jakarta: Raja
GrafindoPersada, 2011) Hal 3
[3]YudhiMunadi,MediaPembelajaran. (Jakarta Selatan:
REFERENSI, 2013) Hal. 7
[4]Agus
S.Suryobroto, Teknologi Pembelajaran,
(Yogyakarta: FIK UNY Yogyakarta, 2001) Hal 17
[5]Sadiman, Media Pendidikan, (Jakarta: Raja
Grafindo, 2003) Hal.20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar